Jurnal Manajemen Dan Bisnis Indonesia Vol. 6 No.2 Desember 2020 Hal. 133-143 p -ISSN :2443-2830 e- ISSN: 2460-9471 133 Peran Job Satisfaction Pada Hubungan Compensation Dan Organizational Citizenship Behaviour: Studi Empirik Muzakki, Tantri Gunarni Saptoadji, Gandi Aswaja Yogatama Universitas Airlangga Email: muzakki0707@gmail.com , tantri.gunarni.s-2018@feb.unair.ac.id, gandi.aswaja.yogatama-2018@feb.unair.ac.id Diterima Juli 2020;Dipublikasikan Desember 2020 ABSTRAK, Studi ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengaruh kompensasi terhadap job satisfaction dan organizational citizenship behaviour (OCB), dan peran mediasi job satisfaction pada hubungan kompensasi dan OCB. Desain penelitian yang digunakan adalah kuantitatif, dengan jumlah sampel sebanyak 78 responden, data dikumpulkan melalui penyebaran kuesioner pada karyawan Alfamart Team Coordinator I Surabaya, yang kemudian diolah menggunakan alat statistik SEM PLS untuk menjawab hipotesis yang telah diajukan dalam studi ini. Hasil penelitian ini mengungkap bahwa kompensasi memiliki pengaruh positif signifikan terhadap job satisfaction, dan positif tidak signifikan terhadap organizational citizenship behaviour (OCB). Peran job satisfaction dalam memediasi hubungan kompensasi dan organizational citizenship behaviour telah ditemukan memiliki peran full mediasi, sehingga pada temuan ini job satisfaction telah dianggap penting sebagai mediasi untuk membangun konstruk organizational citizenship behaviour dalam studi ini. Kata Kunci: compensation, job satisfaction, organizational citizenship behaviour (ocb). ABSTRACT This study aims to explore the effect of compensation on job satisfaction and organizational citizenship behavior (OCB), and the mediating role of job satisfaction in the relationship between compensation and OCB. The research design used was quantitative, with a total sample of 78 respondents, data was collected through questionnaires to employees of Alfamart Team Coordinator I Surabaya, which were then processed using SEM PLS statistical tools to answer the hypotheses that have been proposed in this study. The results of this study reveal that compensation has a significant positive effect on job satisfaction, and no significant positive effect on organizational citizenship behavior (OCB). The role of job satisfaction in mediating the relationship of compensation and organizational citizenship behavior has been found to have the role of full mediation so that in this finding job satisfaction has been considered important as a mediation to build the construct of organizational citizenship behavior in this study. Keywords: compensation, job satisfaction, organizational citizenship behavior PENDAHULUAN Aset terpenting organisasi saat ini telah diakui adalah sumber daya manusia, karena aktivitas dan keberhasilan suatu organisasi secara keseluruhan hampir bergantung pada sumber daya yang mereka miliki, secara khusus adalah sumber daya manusia. Keberadaan sumber daya manusia yang baik dapat memberikan dampak baik juga pada organisasi, salah satunya membawa organisasi lebih maju dari pada sebelumnya. Walupun sebenarnya ini tidak mudah untuk dilakukan, apalagi ditengah persaingan yang semakin ketat ini, sehingga dengan ini organisasi diperlukan untuk mempromosikan trobosan-trobosan baru yang sekiranya bermanfaat untuk menunjang visi dan misi organisasi. Disisi lain, peran lebih karyawan yang mendukung terhadap pencapaian tujuan organisasi juga diperlukan, dimana karyawan diharapkan tidak hanya bisa bekerja berdasarkan deskripsi pekerjaannya saja (job description), tetapi juga bisa melakukan hal lebih atau extra-role diluar pekerjaan yang dipersyaratkan, seperti mau bekerjasama, tolong menolong, saling memberikan saran, berpartisipasi aktif serta bisa memberikan layanan ekstra terhadap pelanggan. Sikap sukarela tanpa ada tuntutan atau paksaan atas pekerjaan tersebut dinamakan Organizational Citizenship Behavior (OCB) (Organ 1988/). Katz dan Kahn merupakan scholar pertama yang melakukan penelitian tentang prilaku extra-role karyawan di tempat kerja, prilaku ini secara efektif dapat mempromosikan fungsi efektifitas organisasi (Organ 1988/). OCB diyakini menarik untuk diteliti oleh para scholar, karena menurut N. P. Podsakoff et al. (2009) secara teori dan praktik sebagian besar telah memberikan banyak bukti bahwa OCB ini terkait dengan sejumlah tingkat individu, dalam hal ini seperti; peningkatan kinerja karyawan, keputusan alokasi hadiah, dan hasil tingkat organisasi, seperti; produktivitas, pengurangan biaya, efisiensi, kepuasan pelanggan, dan penggantian tingkat unit (Ocampo et al. 2018/). Selain itu, tingkat OCB oleh beberapa penelitian seperti; Koys (2001); Yoon & Suh (2003) juga telah dikaitkan dengan beberapa faktor penentu yaitu komitmen