WIRATANI : Jurnal Ilmiah Agribisnis Vol 5 (1), 2022 E-ISSN 2614-5928 wiratani.agribisnis.fp@umi.ac.id Available online at: http://jurnal.agribisnis.umi.ac.id Copyright (c) 2022 Djasman RB, F. H., Hasan, I., Amran, F. D. This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. ANALISIS PENDAPATAN DAN STRATEGI PEMASARAN USAHA KERIPIK PISANG DI KABUPATEN ENREKANG (Studi Kasus pada UD BPI, Desa Bamba Puang, Kecamatan Anggeraja, Kabupaten Enrekang) Fitri Hardianty Djasman RB 1* , Iskandar Hasan 1 , Farizah Dhaifina Amran 1 1 Program Studi Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Muslim Indonesia *Penulis Korespondensi, email: fitrihardianty0@gmail.com Diserahkan:09/10/2021 Direvisi:21/10/2021 Diterima:11/11/2021 Abstrak. Tujuan penelitian ini adalah Menganalisis penerimaan dan pendapatan usaha keripik pisang UD BPI, Menganalisis faktor internal dan eksternal pemasaran, Merumuskan strategi pemasaran yang tepat berdasarkan analisis SWOT dan Menentukan strategi yang harus diprioritaskan berdasarkan analisis QSPM. Penetapan responden dilakukan secara sengaja (purposive sampling method) dengan memilih secara keseluruhan (sensus) yaitu pemilik dan tenaga kerja. Metode analisis data yang digunakan yaitu menganalisis jumlah produksi, biaya produksi, penerimaan, pendapatan. Merumuskan strategi pemasaran menggunakan alat analisis yaitu matriks IFAS dan EFAS, matriks SWOT dan matriks QSPM. Hasil penelitian ini adalah penerimaan sebesar Rp 111.780.000 dan pendapatan sebesar Rp 57.955.168 tiap bulan. Faktor internal kekuatan yaitu varian rasa, kualitas produk, penetapan harga, distribusi produk, lokasi usaha, keterampilan tenaga kerja dan pelayanan. Faktor kelemahan yaitu label produk, kemasan produk, promosi, tenaga kerja dan fasilitas produksi. Faktor eksternal peluang yaitu ketersediaan bahan baku, kualitas bahan baku, ketepatan waktu pengiriman bahan baku, pengecer dan permintaan konsumen. Faktor ancaman yaitu kenaikan harga bahan baku, keberadaan pesaing dan distribusi pesaing. Hasil analisis SWOT menunjukkan strategi yang tepat diterapkan adalah strategi agresif dengan skor peluang yaitu 2,31 dan skor kekuatan 2,51. Berdasarkan analisis QSPM, strategi mengembangkan varian rasa baru yang berbeda menjadi prioritas alternatif dengan nilai total daya tarik sebesar 6,10 dan mempertahankan kualitas produk dan pelayanan kepada konsumen dengan nilai total daya tarik sebesar 6,02. Kata Kunci: QSPM; strategi; SWOT Cara Mensitasi: Djasman RB, F. H., Hasan, I., Amran, F. D. (2022). Analisis Pendapatan dan Strategi Pemasaran Usaha Keripik Pisang di Kabupaten Enrekang. Wiratani: Jurnal Ilmiah Agribisnis, Vol 5 No. 1: Juni 2022, pp 32-43. PENDAHULUAN Perkembangan bisnis yang sangat pesat, menimbulkan persaingan pasar yang cukup ketat. Setiap harinya muncul pelaku bisnis yang mengenalkan produk dengan kreativitas dan inovasi baru sehingga persaingan pasar pun tidak bisa dihindari (Tjiptono F, 2012). Buah pisang selain untuk di konsumsi langsung, dapat juga dijadikan berbagai olahan makanan yang enak. Buah pisang dapat diolah dalam keadaan mentah maupun matang. Pisang mentah dapat diolah menjadi gaplek, tepung, dan keripik, sedangkan pisang matang dapat diolah menjadi anggur, sari buah, pisang goreng, pisang rebus, kolak, selai, dodol, puree, saus, dan sale pisang (Iswan, 2013). Produk makanan ringan dalam perkembangannya dapat diproduksi dari berbagai macam bahan baku diantaranya makanan ringan berbahan baku pisang. Industri keripik pisang merupakan bagian dari industri makanan sebagai oleh- oleh yang memanfaatkan pisang sebagai bahan baku utama kemudian diolah menjadi keripik pisang yang bisa tahan lama (Hidayati dkk., 2020). Keripik pisang merupakan salah satu bentuk olahan dari pisang yang dapat meningkatkan dan memberikan nilai tambah, serta memperpanjang daya simpan produk tersebut. Keripik pisang juga dapat dijadikan cemilan sehari-hari dan dapat dikonsumsi semua kalangan. Hal inilah yang mendorong banyak industri kecil rumahan untuk mendirikan pabrik-pabrik kecil pengolahan keripik pisang, karena mudahnya mendapatkan bahan baku dan potensi bisnis yang menjanjikan. Hal ini menunjukkan tingkat persaingan yang semakin ketat seiring dengan perkembangan jenis makanan yang cukup pesat (Hamdan, 2015). Usaha keripik pisang pada UD BPI merupakan salah satu industri oleh-oleh yang masih tergolong dalam industri rumahan. Tujuan dari suatu usaha adalah untuk memperoleh pendapatan yang tinggi. Akan tetapi, besarnya jumlah pendapatan yang diperoleh terkadang belum sesuai dengan yang diharapkan. Pendapatan yang diperoleh belum dapat memberikan jaminan layak atau tidaknya suatu usaha. Menurut Tuwo (2011), suatu usaha dikatakan sukses jika situasi pendapatan yang memenuhi syarat-syarat, yaitu usaha harus dapat menghasilkan cukup pendapatan untuk membayar semua