KITEKTRO: Jurnal Online Teknik Elektro e-ISSN: 2252-7036 Vol.3 No.3 2018: 26-31 Vol.3 No.3 2018 26 @2018 kitektro PENGEMBANGAN MIDDLEWARE BERBASIS METODE EVENT-DRIVEN UNTUK SINKRONISASI DATABASE RFID BOOK DROP DAN SLIMS Surya* 1 , Taufik A. Gani *2, Yuwaldi Away* 3 *Program Pascasarjana, Magister Teknik Elektro, Universitas Syiah Kuala Jl. Tgk. Syech Abdurrauf No. 7, Darussalam, Banda Aceh, Indonesia 1 suryasaman053@gmail.com 2 topgan@unsyiah.ac.id 3 yuwaldi@unsyiah.ac.id AbstrakKebutuhan untuk otomatisasi perpustakaan dan peningkatan layanan mandiri dan sirkulasi otomatis, data sirkulasi transaksi pengembalian koleksi perpustakaan pada database RFID Book Drop harus terintegrasi dengan data sirkulasi pada database Senayan Library Management Sistem (SLiMS). Untuk mewujudnya, diperlukan sinkronisasi database agar dapat mengatur jalanya proses integrasi data, membutuhkan middleware yang dapat mengatur hubungan keterkaitan dari setiap objek database yang dimiliki. Metode event-driven sebuah arsitektur kerja pada prototype middleware untuk melacak data disaat ada peristiwa perubahan dalam database. Penelitian ini membangun prototipe middleware berbasis metode event-driven untuk sinkronisasi database RFID Book Drop dan SLiMS. Graphical User Interface middleware untuk melakukan konfigurasi pemetaan objek database yang disinkronkan. Database pada middleware untuk menyimpan hasil setting konfigurasi. Integrasi data dijalankan dengn ketentuan setiap ada peristiwa perubahan data pada database RFID Book Drop untuk dilakukan proses transformasi kedalam database SLiMS. Hasil uji sinkronisasi database dapat dilakukan pada GUI prototype middleware, pemetaan tabel dan kolom dari kedua database dengan proses mapping. Hasil uji event-drivent integrasi data, peristiwa perubahan data pada database RFID Book Drop terjadi 1 - 4 record disetiap 5 menit, hal ini berpengaruh pada sirkulasi pengembalian buku. Kata Kunci- Sinkronisasi database, middleware, Konfigurasi, Event-driven Integrasi data. I. PENDAHULUAN Peningkatan layanan sirkulasi yang mandiri dan otomatis menjadi kebutuhan utama bagi setiap perpustakaan, peningkatan tersebut dapat dirasakan pada perpustakaan Universitas Syiah Kuala dari segi pelayanan dengan menggunakan teknologi RFID. Book Drop sebuah unit yang digunakan untuk sirkulasi pengembalian buku, sistem secara otomatis memantau jumlah pengembalian, jadwal pengembalian dan menyimpan informasi[1]. Senayan Library Management Sistem (SLiMS) sebuah sistem otomasi yang digunakan untuk pengelolaan manajemen perpustakaan, bagian sirkulasi mengelola data peminjaman dan pengembalian buku[2]. Seiring dengan kebutuhan akan otomasi perpustakaan dan peningkatan layanan sirkulasi pengembalian buku yang mandiri dan otomatis, setiap ada event data sirkulasi transaksi pengembalian pada database RFID Book Drop harus terintegrasi dengan data sirkulasi yang ada pada database SLiMS. Sehingga perlu pengembangan interaksi antar database yang menyediakan kemampuan pemrosesan data dengan kedua teknologi tersebut. Jika hal ini dibiarkan akan mengakibatkan pengaruh ketidak konsisten informasi perpustakaan. Pengintegrasian data mungkin merupakan tantangan yang paling sulit dihadapi tanpa adanya sinkronisasi database. Terlepas dari kebutuhan khusus, kemungkinan harus berurusan dengan pemetaan objek database serta format data dari sumber yang berbeda, karena setiap database memainkan peran integral dalam sistem informasi. Perbedaan tipe database serta sistem penyimpanan menggunakan struktur data yang berbeda membutuhkan transformasi data untuk mengubah format dari objek database yang dimiliki. Terlepas dari permasalahan, middleware merupakan prasarana diantara interrogator database serta software manajemen informasi yang bertugas mencatat dan mengirim informasi dari sumber ke pusat penyimpanan data[3]. Sinkronisasi database sebagai penyedia akses untuk mengatur orentasi proses pemetaan objek database heterogen untuk setiap atribut sebagai parameter pengontrol, tindakan tergantung pada interval waktu untuk membandingkan dan mentransfer data[4][5]. Integrasi data mencakup permintaan pemrosesan data dalam sistem manajemen database, mengambil data dari sejumlah tabel database dimana data dalam tabel dapat diakses secara terkontrol sesuai parameter privasi yang disimpan. melakukan proses pengimpanan kedalam database target[6]. Penggunaan prototipe middleware open-source umumnya mahal untuk diterapkan, tidak portabel, dan sulit untuk beradaptasi dengan keadaan baru atau berubah, terkendala pada ketidak sesuai dengan kebutuhan. Dari permasalahan tersebut, pada penelitian ini merancang