85 85 BAITUL MAL WA TAMWIL SEBAGAI GERAKAN SOSIAL EKONOMI KEAGAMAAN MUSLIM PERDESAAN BAITUL MAL WA TAMWIL AS A SOCIAL ECONOMIC MOVEMENT OF RURAL MUSLIM RELIGION FIRMAN NUGRAHA, ANTON ATHOILLAH, DAN YADI JANWARI DOI: https://doi.org/10.31330/penamas.v34i1.475 Abstract The purpose of this study is to reveal how religious economic movements which are typical of urban Muslims (modernists) can be formed and grow in rural areas which are generally traditionalists. This research used an analysis descriptive method. All data and information according to the research objectives were obtained through observation and strengthened by interviews with several resources of participants, and also combined with reading documentary data. All information obtained was analyzed by a qualitative approach. Theoretical analysis of the fndings of the studies is using the Max Weber theory who found religious relation with the economic behavior. The results of this study indicate that the religious economic social movement in rural areas is formed when religious symbols meet with opportunity factors, among others: frst, structural supports are the strengthening of the spirit of formalization of Islamic doctrine and political support. Secondly, the structural strain resulting from the formation of new poverty as a result of ecological changes. Third, the formalization of religious substance into symbols as well as framing the movement. Fourth, the character of mutual cooperation in rural areas was the basic capital to become an organized group in the economic movement. Fifth, the movement actors present from the fragmentation of the village authority due to rural modernization. Thus, the conclusion of this study, the religion in Muslims in rural life is not a major factor that encourages the realization of the economic social movement. The traditionalist Muslims of rural life have an impetus for economic behavior when they meet the factors of opportunity. Keywords: Islamic Economy, Cooperate, Majelis Taklim, Modernity of Rural Life Abstrak Tujuan penelitian ini untuk mengungkapkan bagaimana gerakan ekonomi keagamaan yang merupakan khas Muslim perkotaan (modernis) dapat terbentuk dan tumbuh di perdesaan yang pada umumnya tradisionalis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif analitis. Data dan informasi sesuai dengan tujuan penelitian diperoleh melalui pengamatan pada lingkungan penelitian. Pengamatan diperkuat dengan wawancara kepada beberapa narasumber dan partisipan dalam penelitian yang dikombinasikan dengan membaca data-data dokumentatif. Semua informasi yang diperoleh dianalisis dengan pendekatan kualitatif. Analisis teoritik terhadap temuan data di lapangan menggunakan teori Max Weber yang menyatakan adanya relasi antara pemahaman keagamaan dengan perilaku ekonomi pemeluknya. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa gerakan sosial ekonomi keagamaan di perdesaan terbentuk ketika simbol agama bertemu dengan faktor kesempatan, antara lain: Pertama, dukungan struktural yaitu menguatnya semangat formalisasi doktrin Islam dan dukungan politis. Kedua, adanya ketegangan struktural akibat terbentuknya kemiskinan baru sebagai dampak perubahan ekologi. Ketiga, formalisasi substansi agama menjadi simbol sekaligus framing gerakan. Keempat, watak kegotongroyongan di perdesaan dan perilaku kolektif alamiah dalam majelis taklim telah menjadi modal dasar untuk menjadi kelompok terorganisir dalam gerakan ekonomi. Kelima, adanya aktor gerakan yang hadir dari fragmentasi kewibawaan desa baru akibat modernisasi perdesaan. Dengan demikian, kesimpulan penelitian ini, agama pada Muslim perdesaan bukan menjadi faktor utama yang mendorong terwujudnya gerakan sosial ekonomi, melainkan ketika dorongan perilaku ekonomi keagamaan bertemu dengan faktor-faktor tersebut. Kata Kunci : Ekonomi Islam, Koperasi, Majelis Taklim, Modernitas Perdesaan Firman Nugraha Balai Diklat Keagamaan Bandung Jl. Soekarno Hatta No. 716 Bandung, Jawa Barat, Indonesia Email: phiemanbdg@gmail.com Anton Athoillah Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. A.H. Nasution No. 105 Bandung, Jawa Barat, Indonesia Email: kafabil@yahoo.com Yadi Janwari Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati Bandung Jl. A.H. Nasution No. 105 Bandung, Jawa Barat, Indonesia Email: yadijanwari@yahoo.com Naskah diterima: 13 Februari 2021 Revisi: 19 Mei-6 Juni 2021 Disetujui: 21 Juni 2021