e-Jurnal Teknik Industri FT USU Vol 3, No. 4, November 2013 pp. 43-48 43 ANALISA PENGARUH PENCAHAYAAN TERHADAP KELELAHAN MATA OPERATOR DI RUANG KONTROL PT. XYZ Indah Purwanti 1 , Ir. Poerwanto. MSc 2 , Ir. Dini Wahyuni. MT 3 . Departemen Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Sumatera Utara Jl. Almamater Kampus USU, Medan 20155 Email: purwanti.indah89@gmail.com Abstrak: Pemakaian komputer dewasa ini semakin luas di segala bidang. Lamanya penggunaan komputer dianjurkan tidak lebih dari 4 jam sehari. Apabila melebihi waktu tersebut, mata cenderung mengalami kelelahan. Kelelahan mata tersebut akan meningkat apabila kualitas pencahayaan di ruang kerja tersebut kurang baik. PT. XYZ adalah perusahaan yang bergerak dalam pengolahan produk makanan ternak, dimana sebagian besar proses produksi dijalankan oleh mesin. Proses produksi tersebut diatur dan diawasi oleh 3 operator melalui komputer di dalam ruang kontrol selama 7 jam kerja. Setiap operator bekerja mengamati display dari 4 monitor. Pada penelitian awal, tingkat pencahayaan pada ruang kontrol PT. XYZ bekisar antara 21-65 Lux. Pencahayaan tersebut tidak memenuhi standar Kepmenkes Nomor 1405/MENKES/SK/XI/2002 yang merekomendasikan sebesar 300 lux. Beberapa keluhan kelelahan mata yang didapat dari wawancara dengan operator yaitu operator merasakan keluhan penglihatan seperti berkabut, mata perih dan mata sering berkedip. Oleh karena itu penelitian ini dilakukan untuk melihat pengaruh pencahayaan terhadap kelelahan mata operator, dan memperbaiki pencahayaan sesuai dengan standar kebutuhan kerja. Penelitian ini bersifat kuantitatif karena dilakukan pengukuran langsung terhadap iluminasi sumber cahaya dan luminansi dari monitor dengan menggunakan instrumen lux meter serta kelelahan mata dengan instrumen fliker fusion. Metode penelitian bersifat deskriptif korelasional, yaitu untuk mendapatkan gambaran mengenai tingkat pencahayaan ruang kontrol dan dibandingkan dengan standar yang sudah ditetapkan, serta mengkaji keterkaitan antara faktor iluminasi dan luminansi terhadap kelelahan mata operator. Hasil perhitungan korelasi antara tingkat iluminasi dan luminansi kelelahan mata menunjukan bahwa terdapat hubungan yang rendah, hal ini menunjukkan bahwa iluminasi dan luminansi bukan faktor dominan penyebab kelelahan mata. Kata Kunci : iluminasi, luminansi, kelelahan mata, korelasi, Abstrack: Computer usage is growing in all areas. Computer use is not recommended more than 4 hours a day. When exceeding this time, eye tend to experience fatigue. Eyestrain will increase if the quality of lighting in the workspace unfavorable. PT. XYZ is a company engaged in the processing of animal food products, where most of the production process run by machines. The production process is organized and supervised by 3 operators through computers in the control room for 7 hours. Each operator observe the display of the 4 monitors. In early research, the level of lighting in the control room between 21-65 Lux. It does not meet the recommends of Kepmenkes 1405/MENKES/SK/XI/2002 is 300 lux. Some of the complaints of eyestrain obtained from interviews with operators are feeling foggy ,sore eyes and often flashing. Therefore this study to see the effect of lighting on the operator eyestrain, and improve lighting in accordance with the standard requirements. This research is quantitative because done measurement direct against illumination source of light and luminance of monitors with lux meters and tiredness of the eyes with fliker fusion. Research methods are descriptive korelasional, to get an idea of the level of lighting control room and compared to a standard that has been set, as well as examine the linkages between the factors of illumination and luminance of eyestrain. Result calculation of the correlation between the level of 1 Mahasiswa, Fakultas Teknik, Departemen Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara 2 Dosen Pembimbing, Fakultas Teknik, Departemen Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara 3 Dosen Pembimbing, Fakultas Teknik, Departemen Teknik Industri, Universitas Sumatera Utara