Jurnal Kimia dan Kemasan, 43(1), 12-21, 2021 ©Author(s); http://dx.doi.org/10.24817/jkk.v43i1.6704 Komposisi Kimia, Aktivitas Antibakteri…… Retno Yunilawati et al. 12 KOMPOSISI KIMIA, AKTIVITAS ANTIBAKTERI, DAN POTENSI UNTUK KEMASAN AKTIF DARI BEBERAPA MINYAK ATSIRI TANAMAN REMPAH INDONESIA Retno Yunilawati 1,2 , Windri Handayani 3 , Dwinna Rahmi 2 , Aminah 4 , Cuk Imawan 1 1 Departemen Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kampus Depok, Indonesia 16424 2 Balai Besar Kimia dan Kemasan, Kementerian Perindustrian RI Jl. Balai Kimia I Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur 3 Departemen Biologi, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kampus Depok, Indonesia 16424 4 Departemen Kimia, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Indonesia, Kampus Depok, Indonesia 16424 E-mail: cuk.imawan@sci.ui.ac.id Received : 23 Desember 2020; revised : 23 Februari 2021; accepted : 23 Maret 2021 ABSTRAK KOMPOSISI KIMIA, AKTIVITAS ANTIBAKTERI, DAN POTENSI UNTUK KEMASAN AKTIF BEBERAPA MINYAK ATSIRI DARI TANAMAN REMPAH INDONESIA. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui komposisi kimia dan aktifitas antibakteri dari 6 jenis minyak atsiri Indoensia. Minyak atsiri tersebut adalah minyak ketumbar, minyak bunga cengkeh, minyak sereh dapur, minyak kulit jeruk purut, minyak kayu manis, dan minyak kapulaga. Penelitian dilakukan dalam dua tahap yaitu karakterisasi minyak atsiri menggunakan Gas Chromatography Mass Spectrometer (GC-MS) dan penentuan aktivitas antibakteri dari masing-masing minyak atsiri dengan bakteri gram positif Staphylococcus aureus NBRC 100910 dan bakteri gram negatif Escherichia coli NBRC 3301. Aktivitas antibakteri dinyatakan sebagai diameter zona hambat yang terbentuk pada saat pengujian. Minyak ketumbar, minyak sereh dapur dan minyak kayu manis memiliki aktivitas antibakteri yang kuat terhadap E. coli NBRC 330 dan S.aureus NBRC 100910 dengan diameter zona hambat pada E. coli NBRC 330 masing-masing sebesar 24 mm, 47 mm dan 34 mm; dan pada S.aureus NBRC 100910 masing masing sebesar 22 mm, 25 mm dan 35 mm. Minyak bunga cengkeh memiliki aktivitas antibakteri dengan tingkat sedang pada E. coli NBRC 330 (19 mm) dan kuat pada S.aureus NBRC 100910 (28 cm). Minyak kapulaga menunjukkan aktivitas antibakteri dengan tingkat sedang terhadap dua bakeri tersebut dengan diameter zona hambat 14 mm untuk E. coli NBRC 330 dan 12 mm untuk S.aureus NBRC 100910. Minyak kulit jeruk purut hanya memiliki aktivitas antibakteri terhadap S.aureus NBRC 100910 dengan diameter zona hambat sebesar 22 mm. Minyak ketumbar, minyak sereh dapur, dan minyak kayu manis berpotensi besar untuk diaplikasikan dalam memperpanjang umur simpan makanan melalui teknologi kemasan aktif berdasarkan aktivitas antibakterinya. Kata kunci : Aktivitas antibakteri, Kemasan aktif, Minyak atsiri, Rempah ABSTRACT CHEMICAL COMPOSITION, ANTIBACTERIAL ACTIVITIES, AND THE POTENCY FOR ACTIVE PACKAGING OF SOME ESSENTIAL OILS FROM INDONESIAN SPICES. This study aims to determine the chemical composition and antibacterial activity of 6 types of Indonesian essential oils. These essential oils are coriander oil, clove bud oil, lemongrass oil, kaffir lime oil, cinnamon oil, and cardamom oil. The study was conducted in two stages, characterization of essential oils using Gas Chromatography Mass Spectrometer (GC-MS) and determination of the antibacterial activity of each essential oil with gram-positive bacteria Staphylococcus aureus NBRC 100910 and gram-negative bacteria Escherichia coli NBRC 3301.Antibacterial activity was expressed as the diameter of the inhibition zone formed at the time of testing. Coriander oil, lemongrass oil and cinnamon oil have strong antibacterial activity against E. coli NBRC 330 and S.aureus NBRC 100910 with inhibition zone diameter in E. coli NBRC 330, 24 mm, 47 mm and 34 mm respectively; and in the S.aureus NBRC 100910 at 22 mm, 25 mm and 35 mm, respectively. Clovebud oil has a moderate level of antibacterial activity at E. coli NBRC 330 (19 mm) and strong on S.aureus NBRC 100910 (28 cm). Cardamom oil showed moderate antibacterial activity against these two bacteria with an inhibition zone diameter of 14 mm for E. coli NBRC 330 and 12 mm for S.aureus NBRC 100910. Kaffir lime oil only has antibacterial activity against S.aureus NBRC 100910 with inhibition zone diameter of 22 mm. Coriander oil, lemongrass oil, and cinnamon oil have the potential to be applied in extending the shelf life of food through active packaging technology based on their antibacterial activity. Key words : Antibacterial activity, Active packaging, Essential oil, Spices