Sofi Nurmay Stiani, Widiawati, Nita Rusdiana 2016 Farmagazine Vol. 3 No. 1 Februari 2016 1 SKRINING FITOKIMIA DAN PEMBUATAN KRIM EKSTRAK ETANOL KULIT BUAH PISANG AMBON (MUSA PARADISIACA L) UNTUK LUKA BAKAR PHYTOCHEMICAL SCREENING AND MAKING CREAM OF THE RIND OF BANANA AMBON (MUSA PARADISIACA L) ETHANOL EXTRACT FOR BURNS Sofi Nurmay Stiani 1* , Widiawati 2 , Nita Rusdiana 3 1,2 Sekolah Tinggi Farmasi Muhammadiyah Tangerang *Corresponding Author E-mail: sofia240586@gmail.com ABSTRAK Kulit buah pisang mengandung tanin. Tanin secara umum didefinisikan sebagai senyawa polifenol yang memiliki berat molekul cukup tinggi (lebih dari 1000) dan dapat membentuk kompleks dengan protein. Berdasarkan strukturnya, tanin dibedakan menjadi dua kelas, yaitu tanin terkondensasi (condensed tannins) dan tanin-terhidrolisiskan (hydrolysable tannins). Tanin digunakan untuk pengobatan luka bakar dengan cara mempresipitasikan protein dan karena ada daya antibakteri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas senyawa tanin dalam kulit buah pisang dibuat menjadi sediaan krim untuk mengobati luka bakar. Oleh karena itu, metode yang diambil adalah metode eksperimen. Kandungan kimia yang terdapat dalam kulit buah pisang adalah tannin, karena pada saat dilakukan uji skrining fitokimia terhadap filtrat terjadi perubahan warna saat ditetesi larutan FeCl 3 yaitu berwarna hijau kehitaman. Perbandingan konsentrasi adepslanae pada 3 formula tidak berpengaruh terhadap warna, konsistensi dan homogenitas. Akan tetapi, berpengaruh pada aroma, daya sebar dan daya lekat. Dari uji daya sebar dapat dilihat bahwa F1 memiliki daya sebar yang lebih baik dibandingkan F2 dan F3. Selanjutnya pada uji daya lekat, F2 memiliki kemampuan melekat lebih kuat. Selain itu pada ketiga formula memiliki pH yang sama yaitu 6 dan menunjukan bahwa ke 3 formula sesuai dengan pH kulit. Kata kunci : Krim, Kulit buah pisang, Luka bakar ABSTRACT Banana rind contain tannins. Tannins are generally defined as polyphenolic compounds that have a molecular weight which high (more than 1000) and can form complexes with proteins. Based on the structure, tannins are divided into two classes, namely the condensed tannins and hydrolysable tannins. Tannins are used for treatment of burns by way protein precipitation and there are antibacterial activity. The purpose of this study was to determine the effectiveness of tannin in the rind of a banana cream made into preparations for treating burns. Therefore, the method taken is the experimental method. Chemical content contained in the rind of a banana is tannin, because at the time of phytochemical screening test to filtrate the color changes when a few drops of a solution of FeCl 3 is greenish-black. Adepslanae concentration ratio at 3 formula does not affect the color, consistency and homogeneity. However, the effect on flavor, dispersive power and adhesion. Dispersive power of the test can be seen that F1 has a dispersive power better than the F2 and F3. Later in the adhesion test, F2 has the inherent ability stronger. In addition to the third formula has the same pH as 6 and show that all three formulas according to the pH of the rind. Keywords: Cream, Banana rind, Burns