PUNDIMAS| 88 Publikasi Kegiatan Abdimas e-ISSN: 2809-9214 DAGUSIBU Counseling (Get, Use, Save, and Dispose of) Antihypertensive Drugs for Prolanis Patients at Majasari Health Center Penyuluhan DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang) Obat Antihipertensi pada Pasien Prolanis di Puskesmas Majasari DAGUSIBU Counseling (Get, Use, Save, and Dispose of) Antihypertensive Drugs for Prolanis Patients at Majasari Health Center Sofi Nurmay Stiani, Yusransyah, Imas Masfuah, Renditya Ismiyati, Zulius Aditia Saefurohman STIKes Salsabila Serang, Banten sofia240586@gmail.com, yusransyah@iai.id, imasmasfuah27@gmail.com, rendityaismiyati114@gmail.com, zuliusaditia@gmail.com Abstrak DAGUSIBU adalah Program Gerakan Keluarga Sadar Obat yang digagas oleh Ikatan Apoteker Indonesia dalam mewujudkan pemahaman dan kesadaran masyarakat akan penggunaan obat yang benar. Tujuan penelitian ini untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya pemahaman DAGUSIBU obat antihipertensi yang baik dan benar pada pasien prolanis di Puskesmas Majasari. Kegiatan pengabdian masyarakat yang digunakan dalam proposal ini berupa community relations melalui penyuluhan dan pelatihan kesehatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum penyuluhan adalah baik (48,8%), Cukup (37%), dan Kurang (14,8%). Tingkat pengetahuan responden setelah penyuluhan baik (100%). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tingkat pengetahuan responden sebelum dan sesudah dilakukan penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui metode penyuluhan mampu meningkatkan pengetahuan responden terkait cara pengelolaan obat yang baik dan benar. Kata Kunci: dagusibu, antihipertensi, pengetahuan . Abstract DAGUSIBU is a Drug Conscious Family Movement Program initiated by the Indonesian Pharmacists Association in achieving public understanding and awareness of the correct use of drugs. The purpose of this study is to increase understanding of the importance of understanding DAGUSIBU a good and correct antihypertensive drug in prolanis patients at the Majasari Health Center. The community service activities used in this proposal are in the form of community relations through health counseling and training. The results showed that the level of knowledge of respondents before counseling was good (48.8%), Sufficient (37%), and Less (14.8%). The level of knowledge of respondents after counseling was good (100%). Based on the results of the study, it can be concluded that the level of knowledge of respondents before and after counseling was carried out there was an increase in knowledge. Community service activities through the counseling method are able to increase the knowledge of respondents related to how to manage drugs properly and correctly. Keywords: dagusibu, antihypertensive, knowledge PENDAHULUAN Masyarakat di Indonesia saat ini, sudah mulai terbiasa menggunakan obat atau mengobati dirinya sendiri (swamedikasi) dengan tujuan bermacam-macam seperti preventif (pencegahan), kuratif (menyembuhkan), ataupun meminum obat suplemen untuk menunjang aktivitas hariannya. Namun, dari kebiasaan tersebut, ada dampak negatif yang mungkin terjadi seperti kesalahan dalam minum obat, aturan penggunaannya, cara menyimpan sampai membuang obat kedaluwarsa. Berbagai fenomena tersebut, terjadi karena informasi serta pengetahuan yang diberikan oleh tenaga kesehatan kepada masyarakat masih sangat kurang. Kesalahan penggunaan obat memberikan kerugian kepada masyarakat (Maziyyah, 2015). Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) yang merupakan organisasi profesi kesehatan di Indonesia menggagas kegiatan penyuluhan bernama DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, Buang) kepada masyarakat terkait penggunaan obat yang baik dan benar. https://doi.org/10.37010 /pnd.v1i2.834 Pengabdian kepada masyarakat seharusnya berdampak bagi kemajuan ilmu dan pengetahuan. Sudah seharusnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat dapat menginspirasi dan ditularkan kepada para dosen di Indonesia. PUNDIMAS: Publikasi Kegiatan Abdimas adalah jurnal yang diterbitkan oleh Neolectura sebagai media publikasi kegiatan pengabdian masyarakat. Waktu terbit: Januari, Mei, dan September di tiap tahunnya.