Makna Simbolik pada Rumah Betang Toyoi Suku Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah Marselina Utami Widjaja | Laksmi K.Wardani Program Studi Desain Interior, Universitas Kristen Petra, Surabaya Email: marselinautami@gmail.com; laksmi@petra.ac.id ABSTRAK Suku Dayak Ngaju merupakan suku terbesar yang ada di provinsi Kalimantan Tengah. Warisan budaya suku Dayak Ngaju salah satunya adalah rumah Betang, pusat aktivitas kebudayaan masyarakatnya. Rumah Betang mengandung simbol yang bermakna dan menarik untuk diteliti. Metode penelitian menggunakan landasan teori simbol Suzanne K.Langer. Metode analisis data menggunakan metode deskriptif, yaitu memaparkan simbol presentatif dan simbol diskursif, dikaji dengan referen lokal Dayak Ngaju, untuk menemukan makna simboliknya. Simbol adalah tanda dan perantara yang dihadirkan oleh pencipta simbol untuk menyampaikan suatu konsep atau gagasan mengenai referensi, realitas, objek, fakta, pengalaman, peristiwa, dan sebagainya. Hasil penelitian ini ditemukan bahwa rumah Betang merupakan simbol pandangan masyarakat Dayak Ngaju tentang kehidupan, kesejahteraan, makrokosmos, dan mikrokosmos. Hidup akan seimbang jika hubungan antara manusia dengan Sang Pencipta, sesama manusia, dan alam semesta dijaga dengan baik. Rumah Betang juga mengandung nilai-nilai arif yang dijunjung tinggi oleh masyarakat Dayak Ngaju, yaitu harmoni, keselarasan, dan persatuan. Kata Kunci: Dayak Ngaju, Rumah Betang, Simbol. ABSTRACT Dayak Ngaju tribe is the biggest tribes in Central Kalimantan. One of the cultural heritages of Dayak Ngaju is Betang longhouse, the center of their cultural activities. Betang contains some symbols that are meaningful and interesting to study. The research method based on the theory of symbol by Suzanne K.Langer. The data analysis’ procedure is using descriptive method. It is worked by exposing the presentative and discursive symbols, examined by local referents of Dayak Ngaju, to find the symbolic meaning. Symbols are signs and mediator presented by the creators of the symbols to convey a concept or idea of references, realities, objects, facts, experiences, events, and so forth. The results of this study found that Betang is a symbol of the Dayak Ngaju’s outlook about life, welfare, the macrocosm, and microcosm. Life will be balanced if the relationship between man and the Creator, mankind and the universe, are well guarded. Betang also contains sensible values upheld by Dayak Ngaju, namely harmony, and unity. Keywords: Dayak Ngaju, Betang Longhouse, Symbol. PENDAHULUAN Indonesia memiliki beragam kebudayaan yang berasal dari kebudayaan tiap - tiap sukunya yang bermukim di pulau-pulau yang tersebar di nusantara. Budaya di Indonesia yang beragam dan khas ini sesungguhnya dapat diteliti dengan mendalam agar lebih dikenal, didokumentasikan, dan dikembangkan oleh masyarakat Indonesia maupun dunia internasional. Suku Dayak Ngaju memiliki keistimewaan yaitu kebudayaan dan adat istiadatnya yang masih kental. Salah satu karya budaya asli Suku Dayak Ngaju adalah arsitektur rumah adatnya yang khas dan masih ditinggali hingga sekarang. Rumah adat ini masih dihuni oleh masyarakat Dayak Ngaju, sehingga di dalamnya terdapat aktivitas - aktivitas manusia dan masih berlangsung proses - proses kehidupan. Rumah adat khas Kalimantan Tengah ini disebut rumah Betang. Upaya melestarikan dan mencintai kekayaan budaya rumah Betang dapat dilakukan dengan cara mengenal dan mengerti konsep - konsep dan pemikiran-pemikiran yang terkandung pada elemen - elemen arsitektur dan interior rumah Betang. Rumah Betang merupakan peninggalan masyarakat primordial sehingga perlu digunakan teori dan konsep yang sesuai dengan pola pikir masyarakat pada masa itu untuk mengkaji makna - makna simbolik pada interiornya. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan manfaat teoritis dan aplikatif. Dari aspek teoritis, hasil penelitian diharapkan dapat memberikan masukan dan tambahan pengetahuan bagi perkembangan ilmu desain interior