PENDAHULUAN Di dalam era informasi dewasa ini, berbagai imajinasi popular hidup subur di dalam berbagai media (televisi, video, film, internet). Imajinasi popular tentang tokoh, hero, dan bintang yang ditawarkan di dalam budaya popular (televisi, film, video) pada kenyataannya tak lebih dari imajinasi impor, yaitu imajinasi yang diadopsi, ditiru bahkan disalin dari bangsa-bangsa lain yang dianggap lebih berkembang. Menurut Yasraf bahwa keberadaan imajinasi-imajinasi popular itu dalam banyak hal bersifat kontra-produktif dalam rangka membangun imajinasi masa depan bangsa yang lebih otentik, yang terlepas dari sifat populisme (selera umum) dan imperialism kultural (Piliang, 2010:437). Budaya populer seperti film merupakan salah satu bentuk karya seni yang menjadi fenomena dalam kehidupan modern. Film (movie) atau disebut juga “sinema‟ merupakan gambar hidup yang merupakan bentuk seni, bentuk populer dari hiburan, serta bisnis industri seni budaya. Dalam perkembangannya, film tidak hanya dijadikan sebagai media hiburan, tetapi juga digunakan sebagai alat propaganda dan kapitalisme, terutama menyangkut tujuan budaya dan sosial. Film dipelajari dari segi potensinya sebagai “seni‟, sejarahnya yang dituturkan sebagai momen-momen dalam “tradisi yang hebat‟, film-film, bintang, dan sutradara yang paling berarti, film dianalisis berdasarkan perubahan teknologi produksi film, film dikutuk sebagai industri budaya, dan film didiskusikan sebagai brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Sebelas Maret Institutional Repository