JURNAL KHATULISTIWA INFORMATIKA, VOL. VII, NO. 2 DESEMBER 2019 p-ISSN: 2339-1928 & e-ISSN: 2579-633X 91 Analisa Penentuan Obat ....... ANALISA PENENTUAN OBAT DEMAM ANAK DENGAN MENGGUNAKAN METODE ANALITYCAL HIERARKY PROCESS (AHP) Elisabet Pahat [1] ; Eka Wulansari Fridayanthie [2] ; Tri Santoso [3] Program Studi Sistem Informasi, STMIK Nusa Mandiri [1][3] Program Studi Sistem Informasi, Universitas Bina Sarana Informatika [2] www.ubsi.ac.id [2] , www.nusamandiri.ac.id [1][3] elisabeth.beth0623@gmail.com [1] ; eka.ewf@bsi.ac.id [2] ;tri.tos@nusamandiri.ac.id [3] AbstractDrugs have many types, some of these drugs are specifically made for treating adults and some others are specifically for treating toddlers. In addition, the drug is also divided into several criteria, namely composition, dosage, side effects, brand and price. From these various criteria, fever medicine is one of them. Each consumer has a different assessment of the keriteria in determining the fever medication they will choose. Researchers distributed questionnaires to Consumers of Abadi Serang Pharmacy. Where the questionnaire there are three alternative drug choices that are often used. This study aims to create a decision support system for the selection of fever medicines for children under five according to the criteria that has been mentioned to find out which fever medicines are most chosen by Apotek Abadi Serang consumers. This study uses the AHP method to support the selection of the fever drug. AHP method is a structured method that consists of goals, criteria and alternatives that form the basis of appropriate considerations in determining the selection of fever drugs for toddlers effectively in determining decisions, research based on the observations of researchers, that in the selection of fever drugs for children toddlers, parents must be more selective in choosing them. Based on the discussion of the results of data processing, it can be determined that the drug Paracetamol gets the highest rank with a weight of 0.470, the second rank is Ibuprofen with a weight of 0.307, and the third rank is Aspirin with a weight of 0.223. Keywords: Analytical Hierarchy Process, Fever Drug Selection, Toddlers, Decision Support System. IntisariObat memiliki banyak jenis, sebagian obat tersebut khusus di buat untuk mengobati orang dewasa dan sebagian yang lain khusus untuk mengobati anak balita. Selain itu, obat juga terbagi menjadi beberapa kriteria yaitu komposisi, dosis, efek samping, merk dan harga. Dari berbagai kriteria tersebut, obat demam merupakan salah satu di dalamnya. Setiap konsumen memiliki penilaian yang berbeda terhadap keriteria tersebut dalam menentukan obat demam yang akan mereka pilih. Peneliti membagikan kuesioner kepada konsumen Apotek Abadi Serang. Dimana kuesioner tersebut terdapat tiga alternatif pilihan obat yang sering digunakan. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan pilihan obat demam untuk anak balita yang sesuai berdasarkan kriteria yang telah disebutkan untuk mengetahui obat demam yang paling banyak dipilih oleh konsumen Apotek Abadi Serang. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process(AHP) untuk mendukung pemilihan obat demam tersebut. Metode AHP merupakan metode terstruktur yang terdiri dari goal, kriteria dan alternatif yang menjadi dasar dalam pertimbangan yang tepat dalam menentukan pemilihan obat demam untuk anak balita secara efektif dalam menentukan keputusan, penelitian yang dilatar belakangi oleh hasil pengamatan peneliti, bahwa dalam pemilihan obat demam untuk anak balita, orang tua harus lebih selektif dalam memilihnya. Berdasarkan pembahasan dari hasil pengolahan data, dapat ditentukan bahwa obat Paracetamol mendapatkan peringkat paling tinggi dengan bobot 0.470, peringkat kedua adalah Ibuprofen dengan bobot 0.307, dan peringkat ketiga adalah Aspirin dengan bobot 0.223. Kata Kunci: Analytical Hierarchy Process, Pemilihan Obat Demam, Anak Balita, Sistem Pendukung Keputusan. PENDAHULUAN Pola hidup, perubahan cuaca, kurangnya olahraga, turunnya daya tahan tubuh seseorang berpengaruh dengan kesehatan. Jika seseorang tidak memperhatikan hal tersebut, penyakit dengan mudahnya akan masuk kedalam tubuh.