PENGARUH PENGGUNAAN VIDEO SENTUHAN BOLEH DAN TIDAK BOLEH TERHADAP PENDIDIKAN SEKS ANAK Suci Indra Safyana 1,* , Serli Marlina 1 , Yaswinda Yaswinda 1 1 Jurusan PG-PAUD, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Padang, Indonesia * indrasafyana@gmail.com ABSTRACT The research haspirpose to determine the influence of the use of touch videos may and may not be on child sex education. The research method is Quarsi Experiment quantitative. The results of the study are that children in the experimental class who use touch videos may and may not have a higher number than the control class that uses images. The average number of experiment class 88,91 and 77,83 class control. Based on data analis is ˃ that is 2,256 ˃ 2,073. Thus it can be concluded that touch videos may and should not affect child sex education. Keywords: Touch Videos May and May Not, The Child Sex Education PENDAHULUAN Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 Bab 1 Pasal 1 Ayat 14 menyatakan bahwa pendidikan anak usia dini adalah suatu upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki dunia pendidikan selanjutnya. Selain itu, pendidikan taman kanak-kanak merupakan saat yang paling tepat untuk mengembangkan seluruh kemampuan dan potensi yang dimiliki oleh anak agar dapat tumbuh sebagai manusia yang utuh. Masa usia dini merupakan masa pertumbuhan dan perkembangan sangat pesat atau lebih dikenal dengan masa keemasan atau sering disebut dengan golden age. Di usia ini anak memiliki masa tumbuh kembang di mana terjadi perkembangan dari berbagai aspek dini seperti perkembangan kognitif, sosial- emosional, agama moral, bahasa, fisik-motorik dan psikologi. Perkembangan tersebut menjadikan proses belajar bagi anak. Anak memiliki rasa ingin tahu yang sangat tinggi, salah satunya keingintahuannya tentang seks. Anak ingin mengetahui tentang tubuhnya sendiri, mengetahui fungsi-fungsi organ tubuhnya dan juga perbedaan-perbedaan dengan milik orang lain. Pendidikan seks adalah upaya yang diberikan demi mengurangi angka korban kekerasaan seksual anak. Pendidikan seks menurut Gawshi (dalam Aziz, 2015) adalah pemberian pengetahuan yang baik dan benar dan siap untuk beradaptasi secara baik dengan sikap seksual di masa depan kehidupan anak. Pengetahuan ini berfungsi agar seseorang memperoleh kecenderungan logis yang benar terhadap masalah-masalah seksual dan reproduksi. Anak dapat menjaga kesehatan tubuhnya dari orang-orang yang berniat buruk terhadapatnya. Perkembangan seks ini telah berkembang pada anak sejak dini sesuai tahapan usia seperti pada 0- 2 tahun ditandai perasaan nikmat melalui mulutnya saat menyusu kepada ibu dan munculnya dorongan JFACE Journal of Family, Adult, and Early Childhood Education http://ejournal.aksararentakasiar.com/in dex.php/jface Penerbit Aksara Rentaka Siar (ARS) Kediri, Jawa Timur, Indonesia Volume 1, Nomor 1, Februari 2019 DOI: 10.5281/zenodo.2565619