ISSN 1829-9407 (Print) ISSN 2581-0898 (Online) Volume 18, No. 1, Januari 2021 Page: 39-48 DOI: https://doi.org/10.31964/jkl.v18i1.286 Article history: Received October, 03 2020, Received in revised form October, 04 2020, Accepted January 01, 2021 ANALISIS SPASIAL DAN TEMPORAL KEJADIAN DBD DI KOTA SEMARANG TAHUN 2016-2019 Ulfa Nor Alfiyanti, Arum Siwiendrayanti Ilmu Kesehatan Masyarakat, Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang Gedung F5 Universitas Negeri Semarang e-mail: Ulfanoralfiyanti77@gmail.com Abstract: Spatial and Temporal Analysis of DHF Events in Semarang City 2016-2019. The number of DHF cases in Semarang City in 2016-2019, respectively, were IR 25.27 / 100,000 population in 2016, IR 18.14 / 100,000 population in 2017, IR 6.17 / 100,000 population in 2018, and IR 26 , 37 / 100,000 population in 2019. There was a very significant increase in DHF cases in 2019 after previously experiencing a decline in 2016-2018. The purpose of this study was to describe the spatiotemporal distribution of DHF incidence in Semarang City. This type of this study was descriptive. The instrument includes location maps, GIS software namely ArcGIS, and number processing software. The technique of collecting data through observation of secondary data. The research was conducted in September 2020. The data analysis technique used univariate analysis, scatterplot analysis, and spatial temporal analysis. The results of the spatiotemporal analysis showed that the larva free rate contributed to the spread of DHF incidence in Semarang City from 2016 to 2019. Meanwhile, the variables of area height and population density did not contribute. Keywords: Spatial and temporal analysis; DHF; Semarang City Abstrak: Analisis Spasial dan Temporal Kejadian DBD di Kota Semarang Tahun 2016- 2019. Jumlah kasus DBD di Kota Semarang pada tahun 2016-2019 secara berurutan yaitu IR 25,27 / 100.000 penduduk pada tahun 2016, IR 18,14 / 100.000 penduduk pada tahun 2017, IR 6,17 / 100.000 penduduk pada tahun 2018, dan IR 26,37 / 100.000 penduduk pada tahun 2019. Terjadi kenaikan Kasus DBD yang sangat signifikan pada tahun 2019 setelah sebelumnya mengalami penurunan pada tahun 2016-2018. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui gambaran distribusi spasiotemporal kejadian DBD di Kota Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif. Instrument meliputi peta lokasi, perangkat lunak GIS yaitu ArcGIS, dan perangkat lunak pengolah angka. Teknik pengambilan data melalui observasi data sekunder. Penelitian dilaksanakan bulan September 2020. Teknik analisa data menggunakan analisis univariat, analisis scatterplot, dan analisis spasial temporal. Hasil analisis spasiotemporal menunjukkan bahwa angka bebas jentik berkontribusi terhadap persebaran kejadian DBD di Kota Semarang tahun 2016 2019. Sedangkan variabel ketinggian wilayah dan kepadatan penduduk tidak berkontribusi. Kata kunci: Analisis Spasial dan temporal; DBD; Kota Semarang PENDAHULUAN Pada tahun 2018 kasus DBD di Indonesia berjumlah 65.602 kasus, dengan jumlah kematian sebanyak 467 orang [1] . Di Jawa Tengah, penyakit DBD masih menjadi permasalahan yang serius, yang dibuktikan oleh 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah yang sudah terjangkit DBD [2] . Demikian pula dengan beberapa wilayah di Jawa Tengah, DBD menjadi permasalahan serius termasuk diantara- nya adalah Kota Semarang [2] . Dinas Kesehatan Kota Semarang mencatat terjadi kenaikan Kasus DBD yang sangat signifikan pada tahun 2019 setelah sebelumnya mengalami penurunan pada tahun 2016-2018. Oleh karena itu, hal ini menjadi permasalahan serius yang perlu diperhatikan. Kecamatan Tembalang me- rupakan salah satu wilayah endemis penyakit DBD di Kota Semarang yang menempati urutan pertama kasus DBD