POLITICA: Jurnal Hukum Tata Negara dan Politik Islam Volume VIII, Nomor II Halaman 1-16 P-ISSN 2477-2844 E-ISSN 2615-5745 25 Pemikiran Fazlur Rahman Mengenai Politik Islam Fazlur Rahman's Thinking About Islamic Politics Ryzka Dwi Kurnia Institut Agama Islam Negeri Langsa Email: ryzkadwikurnia@iainlangsa.ac.id Abstrak Fazlur Rahman merupakan seorang pemikir neo-modernisme Islam yang ingin mengaktualisasikan ajaran-ajaran Islam dalam suatu kerangka yang utuh dan kokoh, dimana antara aspek yang satu dan yang lainnya saling berkaitan. Melalui pendekatan ini, ia menginginkan agar Al-Quran dipahami secara integral dan totalitas, sehingga hal-hal yang dianggap bertentangan tidak ada lagi. Upaya ini merupakan obsesinya agar manusia bisa menangkap pesan-pesan Al-Qur’an secara holistik. Berangkat dari keprihatinan terhadap persoalan global yang sedang dihadapi umat Islam, dia menawarkan suatu solusi yang berpijak pada perbedaan antara Islam normatif dan Islam sejarah. Dari pembedaan ini, Fazlur Rahman mengadakan rekontruksi terhadap keilmuan Islam secara menyeluruh. Rekontruksi yang ia lakukan merujuk kepada Islam yang orisinal dan pasti. Untuk itu, ia menyarankan agar Al-Qur’an sebagai sumber utama agama Islam perlu ditafsirkan secara menyeluruh dan bukan menafsirkannya secara fragmentarisme (ayat perayat), yaitu penafsiran yang mampu memahami Al-Qur’an secara utuh, sehingga aspek teologis, hukum, politik maupun etika dalam ajaran Al-Qur’an menjadi satu keseluruhan yang padu. Fazlur Rahman mengemukakan bahwa tujuan Al-Qur’an adalah menegakkan sebuah tatanan masyarakat ethis dan egalitarian. Jadi, masyarakat Islam terbentuk karena ideology Islam. Kondisi ideal tatanan masyarakat Islam itu adalah “yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kejahatan”. Hal ini demi mewujudkan pelaksanaan politik yang berdasarkan ideologi Islam yang tidak terlepas dari Al-Qur’an dan sunnah. Kata Kunci: Fazlur Rahman, Politik, Islam Abstract Fazlur Rahman is a thinker of Islamic neo-modernism who wants to actualize the teachings of Islam in a unified and solid framework, where one aspect and the other are interrelated. Through this approach, he wants the Qur'an to be understood in an integral and total way, so that things that are considered contradictory no longer exist. This effort is his obsession so that humans can capture the messages of the Qur'an holistically.