JURNAL ILMIAH MAHASISWA PERTANIAN E-ISSN: 2614-6053 P-ISSN: 2615-2878 Volume 7, Nomor 4, November 2022 www.jim.unsyiah.ac.id/JFP Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian, Volume 7, Nomor 4, November 2022 962 Menghitung Jumlah Erosi di Sub DAS Krueng Jreu menggunakan Metode USLE (Calculating The Amount of Erosion in Krueng Jreu Watershed Area using USLE Method) Afrida Ningsih Nasution 1* , T. Ferijal 1 , Devianti 1 1 Program Studi Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala ningsih_afrida@yahoo.com Abstrak. Erosi dapat dikatakan sebagai proses terlepasnya butiran tanah dari induknya di suatu tempat dan terangkutnya material tersebut oleh gerakan air atau angin kemudian diikuti dengan pengendapan material yang terangkut di tempat yang lain. Erosi permukaan terjadi pada lapisan tipis permukaan tanah yang terkikis oleh kombinasi air hujan dan limpasan permukaan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui jumlah erosi yang terjadi di Sub DAS Krueng Jreu selama 5 tahun (2016-2020). Pada penelitian ini analisis yang digunakan untuk perhitungan jumlah erosi menggunakan metode USLE. Parameter yang digunakan yaitu erosivitas hujan (R), erodibilitas tanah (K), kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C) dan penggunaan lahan (P). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini yaitu jumlah erosi di Sub DAS Krueng Jreu pada tahun 2016 yaitu sebesar 1162,76 ton/ha/tahun, pada tahun 2017 1849,57 ton/ha/tahun, pada tahun 2018 yaitu sebesar 970,39 ton/ha/tahun, pada tahun 2019 sebesar 1186,47 ton/ha/tahun dan pada tahun 2020 sebesar 1193,54 ton/ha/tahun. Kata Kunci: Erosi, Metode USLE Abstract. Erosion can be said as the process of releasing soil grains from their parent in one place and the material being transported by water or wind movements followed by the deposition of material transported in another place. Sheet erosion occurs when a thin layer of the soil surface is eroded by a combination of rainwater and run-off. The purpose of this study was to determine the amount of erosion that occurred in the Krueng Jreu sub-watershed for 5 years (2016-2020). In this study, the analysis used to calculate the amount of erosion using the USLE method. The parameters used are rain erodibility (R), soil erodibility (K), slope (LS), crop management (C) and land use (P). The results obtained from this study are the amount of erosion in the Krueng Jreu sub-watershed in 2016 which was 1162.76 tons/ha/year, in 2017 it was 1849.57 tons/ha/year, in 2018 it was 970.39 tons/year. ha/year, in 2019 it was 1186.47 tons/ha/year and in 2020 it was 1193.54 tons/ha/year. Keywords: Erosion, USLE Method PENDAHULUAN Tanah sebagai salah satu sumberdaya alam yang utama memegang posisi penting dalam kelestarian lingkungan. Kemerosotan kemampuan tanah yang ditunjukkan dengan meningkatnya laju erosi dari erosi yang seharusnya disinyalir akan menurunkan kemampuan fungsi lingkungan, baik sebagai media pengendali tata air, media pertumbuhan tanaman yang nantinya akan berpengaruh pula terhadap makhluk hidup yang memanfaatkannya. Rata-rata intensitas curah hujan yang relatif tinggi dan didukung kondisi topografi yang berbukit-bukit di sebagian besar daerah di Indonesia menjadi salah satu pemicu timbulnya proses erosi.