92 VOLUME 17 NOMOR 1, JANUARI 2018 PENERAPAN TEKNOLOGI SILASE RANSUM KOMPLIT DALAM UPAYA MENGATASI KEKURANGAN PAKAN PADA MUSIM KEMARAU DI DUSUN GELIANG DESA PEMPATAN I.G.L.O. Cakra 1 , B.R.T. Putri 1 , I.K. Budaarsa, N.M.S. Sukmawati 1 , A.A.P.P. Wibawa 1 ABSTRAK Desa Pempatan terletak pada ketinggian 600-1100 m di atas permukaan laut dengan curah hujan pertahun rata-rata 2000-2500 mm serta suhu udara minimal 27 0 C dan maksimal 36 0 C. Mata pencaharian pokok penduduk Desa Pempatan umumnya dari peternakan sapi. Produksi hijauan pada musim kemarau sangat rendah sehingga terjadi kekurangan hijauan, sedangkan pada musim hujan terjadi kelebihan hijauan. Pemberian pakan hanya menggunakan hijauan segar, dimana keberadaan hijauan sangat tergantung pada musim, sehingga pada musim kemarau sering ternaknya kekurangan hijauan dan mengakibatkan produktivitasnya menurun. Berdasarkan permasalahan tersebut maka perlu dilakukan penyuluhan tentang teknologi silase ransum komplit dalam upaya mengatasi kekurangan pakan pada musim kemarau di Dusun Geliang Desa Pempatan. Kegiatan terlaksana dengan jumlah peserta mencapai 25 orang 16 orang dari peternak, dan sisanya dari mahasiswa. Dari hasil kegiatan dan wawancara dengan kelompok ternak didapatkan bahwa kelompok ternak Geliang Lestari sangat berpotensi untuk berkembang, hal ini dapat dilihat dari keseriusan peserta untuk mengikuti penyuluhan dan demontrasi sehingga dapat dimengerti dan diterima dengan baik. Dalam kegiatan ini diperkenalkan silase yang sudah jadi untuk demontrasi pemberian pada ternak. Dari hasil kegiatan pengabdian masyarakat di lapangan dapat disimpulkan bahwa peternakan sapi bali di Kelompok Ternak Geliang Lestari Dusun Geliang sangat memungkinkan untuk berkembang. Perkembangan populasi ternak harus diikuti dengan persediaan pakan salah satunya adalah melalui pengolahan dan penyimpanan dalam bentuk silase ransum komplit. Kata Kunci: silase, ransum komplit, Desa Pempatan. . ABSTRACT Pempatan village located at 600-1100 m altitude with annual rainfall average 2000-2500 mm and minimum temperature 27 0 C and maximum 36 0 C. Generally, the basic livelihood of the Pempatan villagers is from cattle livestock. Forage production in the dry season is very low and tend to shortage of forage, while in the rainy season is excess of forage. The feeding only from fresh forage, where the existence of forage depend on the season, so in the dry season generally shortage of forage and could decrease the cattle productivity. Based on the problems it is necessary to explanation about technology of complete ration of silage to effort the shortage of feed in the dry season at Geliang, Pempatan Village. The community services activity attend by 25 people, 16 people from the breeder, and the rest from the students. Based on the results of community services activity and interviews with the livestock groups found that Geliang Lestari group has potential to develop, it could be seen from the seriousness of the participants to attend the community services and the feed demonstrations with well understood and accepted. In this activity, was introduced complete ration silage and demonstrated the offering for cattle. Based on the results of the community services activity, it could be concluded that bali cattle is possible for developing in Geliang Lestari Sustainable Livestock Group. The development of the livestock population must be followed by supplies of feed through the processing and storage in complete ration silage. Keywords: silaee, complete ration, Pempatan Village. 1 Staf Pengajar Fakultas Peternakan Universitas Udayana, E-mail lanangcakrafapet@yahoo.com.