Mimbar Agribisnis: Jurnal Pemikiran Masyarakat Ilmiah Berwawasan Agribisnis Juli 2023, 9(2): 2137-2148 2137 ANALISIS DAYA SAING JAMBU METE (Anacardium Occidentale L.) PADA ERA PERDAGANGAN BEBAS ANALYSIS OF THE COMPETITIVENESS OF CASHEW (Anacardium Occidentale L.) IN THE ERA OF FREE TRADE Siti Andriani * , Betty Rofatin, Riantin Hikmah Widi Jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian, Universitas Siliwangi, Tasikmalaya E-mail corresponding: riantinhikmah@unsil.ac.id (Diterima 28-03-2023; Disetujui 05-06-2023) ABSTRAK Jambu mete merupakan salah satu komoditas perkebunan yang cukup penting sebagai penyumbang devisa negara. Pada awalnya jambu mete dikembangkan sebagai tanaman konservasi untuk memperbaiki lahan kritis. Perubahan paradigma pada akhirnya membuat jambu mete dijadikan sebagai sumber pendapatan petani. Meningkatnya produksi menjadikan jambu mete sebagai salah satu komoditas ekspor yang diunggulkan. Hal tersebut terjadi karena jambu mete Indonesia memiliki potensi serta dapat diterima dengan baik di pasar internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui daya saing jambu mete Indonesia ditinjau melalui keunggulan kompetitif maupun keunggulan komparatif yang terfokuskan pada dua negara pembanding yaitu India dan Vietnam. Faktor keunggulan komparatif dapat dicari menggunakan analisis RCA (Revealed Comparatif Adventage), RCTA dan ISP (Indeks Spesialisasi Perdagangan), dimana teori tersebut menjabarkan apakah jambu Indonesia memiliki keunggulan komparatif dan mengetahui apakah pada komoditi jambu mete Indonesia cenderung menjadi negara eksportir atau importir, serta mengukur posisi tahapan perkembangan jambu mete Indonesia. Faktor keunggulan kompetitif dapat cari melalui analisis Export competitiveness Index (ECI), dimana teori tersebut menjabarkan apakah jambu mete Indonesia memiliki keunggulan kompetitif. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dengan nilai rata-rata RCA sebesar 2,44 dan RCTA sebesar 20,54 dan keunggulan kompetitif yang cenderung menurun dengan nilai rata-rata ECI sebesar 0,96. Indonesia masuk golongan negara eksportir karena nilai ISP menunjukan angka positif (+) dengan nilai rata-rata sebesar 0,88. Kata Kunci: Jambu Mete, Daya Saing, Keunggulan Komparatif, Keunggulan Kompetitif ABSTRACT Cashew is one of the plantation commodities which is quite important as acontributor to the foreign exchange. Cashew is originally developed as a conservation plant to improve critical land. The paradigm shift in the end make it used as a source of farmers' income. Increased production makes cashew as one ofthe leading export commodities. This is because Indonesian cashews has the potential and are well received in the international market. The purpose of this research is to determine the competitiveness of Indonesian cashew in terms of either competitive advantage or comparative advantage which focused on two comparison countries they are India and Vietnam. The comparative advantage factor can be found using the analysis of RCA (Revealed Comparative Adventage), RCTA and ISP (Trade Specialization Index), where the theory describes whether Indonesian cashew has a comparative advantage and knowing whether Indonesia's cashew commodity tends to be an exporter or importer country, as well as measuring the position of the stages of development of Indonesian cashew. The competitive advantage factor can be found through the analysis of the Export Competitiveness Index (ECI), where the theory describes whether Indonesiancashew has a competitive advantage. The results of this research indicates that, Indonesia has a comparative advantage with an average RCA value of 2.44 and anRCTA of 20.54 and a declining competitive advantage with an average ECI value of 0.96. Indonesia is classified as an