National Conference On Economic Education Agustus 2016 ISBN: 978-602-17225-5-8 897 PENGARUH EKONOMI TERHADAP PUTUSNYA SEKOLAH ANAK Melviana Yunita Naisau 1) Hari Wahyono 2) 1) Pascasarjana Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Malang Email: MelvianaNaisau@yahoo.com 2) Pascasarjana Pendidikan Ekonomi, Universitas Negeri Malang email: hariwyn@gmail.com Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor penyebab anak putus sekolah dan Mengetahui dampak yang diakibatkan anak yang putus sekolah serta untuk Mengetahui langkah yang tepat untuk mengatasi masalah anak putus sekolah di Kecamatan Kefamenanu. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu wawancara serta mengambil data dari pihak- pihak terkait. Metode analisis data Analisis data dilakukan dengan cara mengelompokkan hasil wawancara faktor anak putus sekolah kepada tiga faktor, yaitu faktor ekonomi, faktor lingkungan , dan faktor pribadi. Berdasarkan penelitian yang dilakukan diperoleh hasil bahwa faktor penyebab putus sekolah sebagai berikut faktor ekonomi, faktor lingkungan , faktor pribadi. Kata Kunci: Faktor Anak Putus Sekolah, Putus Sekolah Pendidikan merupakan kebutuhan manusia. Setiap individu yang dilahirkan ke dunia memerlukan pendidikan untuk menjalankan kehidupan dengan baik dan berguna bagi nusa dan bangsa. Serta kehidupan yang layak dan bermutu dapat dicapai. Langkah awal kita untuk bisa menghadapi kehidupan kedepan dan memenuhi tuntutan zaman adalah belajar dengan baik dan benar. Belajar dilakukan oleh setiap orang dari awal-awal kehidupan, seperti belajar merangkak dan belajar berjalan serta belajar berbicara. Ini merupakan proses pembelajaran awal yang terjadi,dialami dan dilakukan di lingkungan keluarga. Ini akan terus berlanjut sampai seorang anak memiliki pola pikir yang baik. Setelah pemikiran seorang anak berkembang, maka anak akan mulai menerapkan didikan yang didapatnya dari kalangan keluarga yang diberikan oleh ayah, ibu dan kakak-kakaknya. Tidak semua ilmu pengetahuan yang bisa diberikan oleh keluarga kepada anak. Anak membutuhkan ilmu pengetahuan yang lebih untuk bisa menjalani kehidupan dengan baik nantinya. Mengingat pentingnya ilmu pengetahuan dan keterbatasan pihak keluarga dalam memberikan ilmu pengetahuan, maka para orang tua melanjutkan pendidikan anaknya dari pendidikan non formal kepada pendidikan formal