Jurnal Geografi Volume 12 No 2 (182 dari 221)
© 2015 Universitas Negeri Semarang
Alamat Korespondensi :
Gedung C1 Lantai 1FIS UNNES
Kampus Sekaran, Gunungpati, Semarang, 50229
E-mail : geografiunnes@gmail.com
KESIAPAN SMP NEGERI 41 SEMARANG UNTUK BERKOMITMEN DAN SISTEMATIK
MENGINTERNALISASIKAN NILAI LINGKUNGAN DAN SIKAP KESIAPSIAGAAN
BENCANA (SWALIBA)
Wahyu Setyaningsih
1
, Ariyani Indrayati
2
Staf Pengajar Jurusan Geografi, FIS Unnes
1,2
Email: wahyusetyaningsih22@gmail.com
Sejarah Artikel
Diterima: Mei 2015
Disetujui: Juni 2015
Dipublikasikan: Juli 2015
Abstract
Swaliba is a kind of school that have commitment and use systematic method to internalize environmental
value and attitude of preparedness to the disaster in every school activity. There are three stages in swalib:
pilot project, development, and devotion. Every stages show the school condition and readiness to implement
Swaliba Program. The Semarang 41 State Yunior High School in this time preparing becoming Swaliba
school. In this stage, school need to prepare about phyisic and non physic aspect. Besed on that needed, we
haved to do research about physical aspect assesement at Semarang 41 State Yunior High School to
implement Swaliba and than rewrite that report as an article below.The research method is survey, than
observation the condition and compared to the physical standart measurement as disaster-resistant
structure. The result of the studi is show that Semarang 41 State Yunior High School is ready to internalize
the environtment value. At the other side, physically, the buiding at Semarang 41 State Yunior High School is
safe from thunder-strom or hurricane and also earthquake but do not yet ready to facing a fire hazard. At the
other side, Semarang 41 State Yunior High School in non-physic aspect consider to be quite ready to
implement Swaliba Program gradually.
Keyword: commitment, internalization, preparedness, swaliba
Abstrak
Swaliba merupakan sekolah yang memiliki komitmen dan secara sistematis menginternalisasikan nilai-nilai
lingkungan dan sikap kesiapsiagaan bencana ke dalam seluruh aktivitas sekolah. Tahapan dalam swaliba
meliputi tiga tahapan yaitu pembangunan atau perintisan, pengembangan, dan pengabdian. Setiap tahap
menunjukkan kondisi dan kesiapan sekolah untuk menjalankan program swaliba. SMP Negeri 41 Semarang
saat ini sedang mempersiapkan diri untuk menjadi sekolah Swaliba. Tahapan untuk menjadi swaliba
membutuhkan persiapan fisik dan non fisik dari sekolah. Berdasarkan hal tersebut telah dilakukan penelitian
mengenai Penilaian Aspek Fisik Sekolah untuk Kesiapan Implementasi Swaliba di SMPN 41 Semarang, dan
hasilnya tertuang dalam bentuk artikel ilmiah sebagai berikut. Metode penelitian adalah metode survei,
dengan melakukan observasi kondisi fisik sekolah dan membandingkannya dengan struktur fisik standar
untuk bangunan yang tahan bencana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari sisi kesiapan untuk
internalisasi nilai lingkungan, SMP Negeri 41 Semarang dianggap sudah cukup siap untuk melaksanakan
program Swaliba. Sedangkan dari segi bangunan SMP Negeri 41 Semarang, aman terhadap bencana angin
topan dan gempa tetapi belum aman dari bencana kebakaran. Dengan demikian secara umum sekolah ini
telah memiliki kesiapan untuk mengimplementasikan Swaliba (Sekolah berwawasan lingkungan dan
kebencanaan) secara bertahap.
Kata Kunci: komitmen, internalisasi, kesiapsiagaan, swaliba
Jurnal Geografi
Media Infromasi Pengembangan Ilmu dan
Profesi Kegeografian