Jurnal Industri Pariwisata e-ISSN : 2620-9322 Vol 6, No. 1, 2023 7 ANALISIS KEBIJAKAN PEMBANGUNAN PARIWISATA BERKELANJUTAN DI TAMAN WISATA ALAM GUNUNG PAPANDAYAN PASCA COVID-19 Dani Adiatma 1 , Deden Firman Syuyaman Rukma 2 , Tasya Utami Ramdila 3 Universitas Garut Jl. Raya Samarang No 52 Hampor Tarogong Kaler, Garut Email Korespondensi: adiatmadani@uniga.ac.id ABSTRAK Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji dan menganalisis Kebijakan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan di TWA Gunung Papandayan Pasca Covid-19. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif deskriptif. Penelitian kualitatif deskriptif. Perubahan paradigma tengah berlangsung dan sejumlah protokol baru akan diterapkan untuk menyambut kondisi normal baru di industri pariwisata. Pariwisata berkelanjutan akan menjadi sebuah konsekuensi dari bagian pengembangan pariwisata, setelah pandemi Covid-19. Untuk menumbuhkan daya saing pada penerapan konsep pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan pariwisata TWA Gunung Papandayan, secara operasional dilakukan dengan melakukan kewajiban pembangunan sesuai RKT (Rencana Kinerja Tahunan) per tahun dan per 5 tahun seperti perbaikan atau membangun fasilitas/objek baru yang menimbulkan inovasi baru agar berdampak pada destinasi menjadi berkelanjutan dan wisatawan akan loyal/berkunjung kembali serta merekomendasikannya kepada orang lain. Kata Kunci: Kebijakan, Covid-19, TWA Gunung Papandayan ABSTRACT The purpose of this study is to examine and analyze the Sustainable Tourism Development Policy in Post- Covid-19 Mount Papandayan TWA. The method used in this research is descriptive qualitative method. Descriptive qualitative research. A paradigm shift is underway and a number of new protocols will be implemented to welcome the new normal in the tourism industry. Sustainable tourism will be a consequence of part of tourism development, after the Covid-19 pandemic. To foster competitiveness in the application of the concept of sustainable tourism in the tourism development of Mount Papandayan TWA, operationally it is carried out by carrying out development obligations according to the RKT (Annual Performance Plan) every year and every 5 years such as repairs or building new facilities/objects that give rise to new innovations so that they have an impact the destination becomes sustainable and tourists will be loyal/return and recommend it to others. Keywords: Policy, Covid-19, TWA Gunung Papandayan