JURNAL ELKOLIND, JULI 2020, VOL.07, N0. 2 79 K Abstrak — Di Indonesia produksi kopi saat ini masih terhambat oleh kualitas kopi yang rendah sehingga mempengaruhi perkembangan produksi kopi. Hal ini disebabkan kesalahan dalam pasca panen yang kurang tepat. Untuk mendapatkan biji kopi yang berkualitas baik maka diperlukannya penanganan pasca panen dengan melakukan proses sortasi, proses pencucian, proses pengeringan, dan proses penyangraian. Proses sortasi adalah proses pertama saat panen kopi, saat ini masih banyak menggunakan proses pemisahan buah kopi secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tidak akurat dalam proses memisahkan buah kopi, jika proses ini dilakukan secara otomatis akan membutuhkan waktu yang lebih singkat, akurat dan membantu meringankan kerja petani. Sistem ini dirancang agar dapat membantu meringankan pekerjaan petani dengan dibuat sebuah alat berupa pemilah kopi dengan menggunakan sensor TCS3200, yang dilengkapi dengan motor servo sebagai pemilah. Sistem ini akan memberikan data hasil warna berupa tegangan dan ukuran buah satuan sentimeter dilanjutkan dengan proses pensortiran buah. Kata kunci : Arduino Uno. Sensor Tcs3200, Control Fuzzy, Motor Servo, Kopi. I. PENDAHULUAN opi merupakan salah satu hasil komoditi perkebunan yang memiliki nilai ekonomis yang cukup tinggi di antara tanaman perkebunan lainnya dan berperan penting sebagai sumber devisa negara. Kopi tidak hanya berperan penting sebagai sumber devisa melainkan juga merupakan sumber penghasilan bagi tidak kurang dari satu setengah juta jiwa petani kopi di Indonesia. Teknologi budi daya dan pengolahan kopi meliputi pemilihan bahan tanam kopi unggul, pemeliharaan, pemangkasan tanaman dan pemberian penaung, pengendalian hama dan gulma, pemupukan yang seimbang, pemanenan, serta pengolahan kopi pasca panen. Pengolahan kopi sangat berperan penting dalam menentukan kualitas dan cita rasa kopi . Oleh karena itu, untuk memperoleh biji kopi yang bermutu baik maka diperlukan penanganan pasca panen yang tepat Beryl Ardinata adalah mahasiswa D4 Teknik Elektronika Politeknik Negeri Malang , email :beryl_ardinata@gmail.com Sidik Nurcahyo dan Bambang Priyadi adalah dosen Jurusan Teknik Elektro Politeknik Negeri Malang, emauil : sidik.nur@polinema.ac.id, priyadibebeng@gmail.com dengan melakukan setiap tahapan secara benar. Proses sortasi ini adalah proses pertama pada saat panen kopi, saat ini masih banyak menggunakan proses pemisahan buah kopi secara manual, sehingga membutuhkan waktu yang lama dan tidak akurat dalam proses memisahkan buah kopi, jika proses tersebut dilakukan dengan otomatis akan membutuhkan waktu yang lebih singkat, akurat dan mempermudahkan petani untuk memisahkan buah serta keuntungan dalam sektor pertanian buah akan semakin besar. II. TINJAUAN PUSTAKA 2.1 Sensor Warna TCS3200 Sensor warna TCS3200 merupakan konverter yang diprogram untuk mengubah warna menjadi frekuensi yang tersusun atas konfigurasi silicon photodiode dan konverter arus ke frekuensi dalam IC CMOS monolithic yang tunggal. Keluaran dari sensor ini adalah gelombang kotak ( duty cycle 50%) frekuensi yang berbanding lurus dengan intensitas cahaya (irradiance). Gambar 1 Sensor warna 2.2 Motor Servo Prinsip kerja dari motor servo tak jauh berbeda dibanding dengan motor DC yang lain. Hanya saja motor ini dapat bekerja searah maupun berlawanan jarum jam. Derajat putaran dari motor servo juga dapat dikontrol dengan mengatur pulsa yang masuk ke dalam motor tersebut. Motor servo akan bekerja dengan baik bila pin kontrolnya diberikan sinyal PWM dengan frekwensi 50 Hz. Implementasi Algoritma Fuzzy Pada Alat Sortir Kematangan Buah Kopi Berdasarkan Warna Berbasis Arduino Uno Beryl Ardinata, Sidik Nurcahyo, Bambang Priyadi