(e)ISSN 2615-1847 (p)ISSN 2615-1839 Jurnal Manajemen Aset Infrastruktur & Fasilitas Vol. 6, Edisi Khusus, Januari 2022 67 Analisis Penyebab dan Mekanisme Keruntuhan Lereng Sungai Konaweha, Studi Kasus Ruas Bts. Kab. Konawe Utara/Kab. Konawe Pohara Km 29+750 Analysis of Causes and Mechanisms of Konaweha River Slope Collapse, Case Study on Section Bts. Kab. Konawe Utara/Kab. Konawe Pohara Km 29+750 Sugiarto 1,a) , Mahendra Andiek Maulana 2,b) & Yohanis Tulak Todingrara 3,c) 1) Mahasiswa Magister Superspesialis Preservasi Jalan Pada Kondisi Geoteknik Tanah Sulit, ITS. 2) Departemen Teknik Sipil, Fakultas Teknik Sipil, Perencanaan, dan Kebumian, ITS. 3) Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian PUPR. Koresponden : a) sugiarto1@pu.go.id, b) mahendrasipil@gmail.com & c) yohanis.todingrara@pu.go.id ABSTRAK Di Sulawesi Tenggara, ruas jalan Bts. Kab. Konawe Utara / Kab. Konawe Pohara merupakan koridor utama yang pada tahun 2019 terjadi banjir yang mengakibatkan ruas jalan tergenang dan longsor pada beberapa titik sehingga perlu dilakukan penelitian terkait penyebab dan mekanisme terjadi longsoran di Km 29+750. Penelitian dilakukan dengan merepresentasikan pengaruh perubahan tinggi muka air sungai dan tinggi muka air tanah serta pengaruh gerusan terhadap perubahan safety factor pada lereng dengan program bantu Plaxis. Dari hasil simulasi yang dilakukan, perilaku perubahan safety factor akibat pengaruh tinggi muka air sungai terjadi kenaikan nilai safety factor pada saat level muka air sungai naik. Namun akan terjadi penurunan nilai safety factor pada saat terjadi penurunan level muka air sungai secara tiba-tiba (drawdown). Pada kondisi lereng asli penurunan nilai safety factor sebesar 41%, pada lereng dengan variasi gerusan 1 penurunan nilai safety factor sebesar 44%, pada lereng dengan variasi gerusan 2 penurunan nilai safety factor sebesar 41%, pada lereng dengan variasi gerusan 3 penurunan nilai safety factor sebesar 51% sampai dengan nilai 0,93. Dari hasil analisa, lereng sungai konaweha mengalami keruntuhan terjadi pada saat penurunan level muka air sungai dengan kondisi tanah masih jenuh dan sudah terjadi gerusan 3. Kata Kunci : preservasi jalan, stabilitas lereng, plaxis, sungai Konaweha PENDAHULUAN Pemeliharaan jalan adalah kegiatan penanganan jalan, berupa pencegahan, perawatan dan perbaikan yang diperlukan untuk mempertahankan kondisi jalan agar tetap berfungsi secara optimal melayani lalu lintas sehingga umur rencana yang ditetapkan dapat tercapai. Pemeliharaan jalan meliputi sistem manajemen dengan didalamnya termasuk kegiatan penatausahaan dan pemanfaatan bagian-bagian jalan, leger jalan, serta preservasi aset jalan. Preservasi aset jalan sebagaimana dimaksud merupakan kegiatan pemeliharaan jalan yang dapat diikuti dengan rekonstruksi pada bagian-bagian jalan yang terencana antara lain akibat bencana alam (PerMen 13/11). Manajemen Aset Fasilitas adalah suatu ilmu pengetahuan dan tindakan dalam mengelola suatu fasilitas, agar fasilitas tersebut selalu berfungsi dengan baik, secara berkelanjutan, secara ekonomis, efisien, dan efektif dan dengan tetap berpegang pada prinsip sustainability (lingkungan, ekonomi dan sosial) (Suprayitno & Soemitro, 2018). Ruas