Jurnal Teknik Industri, Vol. X, No. 2, Mei 2015 71 BEHAVIORAL INTENTION PENUMPANG KRL COMMUTER LINE JABODETABEK Ronald Sukwadi *) , Grandee Teofilus Program Studi Teknik Industri, Fakultas Teknik, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya Jl. Jenderal Sudirman 51, Jakarta, Indonesia 12930 Abstrak Behavioral intention dipandang sebagai penentu utama kinerja penyedia transportasi umum. Penelitian ini menekankan pada hubungan antara behavioral intention dan variabel-variabel yang mempengaruhinya seperti kualitas layanan, nilai yang dirasakan, keterlibatan, dan kepuasan penumpang. Dengan melakukan survei penumpang Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, teknik model persamaan struktural menggunakan software AMOS 22.0 digunakan untuk menganalisis hubungan antar variabel dalam model konseptual. Hasil penelitian mengungkapkan bahwa kualitas layanan memiliki dampak positif terhadap nilai yang dirasakan. Nilai yang dirasakan dan kepuasan penumpang mempunyai dampak positif terhadap keterlibatan. Kualitas layanan dan keterlibatan memiliki dampak positif terhadap behavioral intention. Kata kunci: behavioral intention; kualitas layanan; nilai yang dirasakan; keterlibatan; kepuasan Abstract The behavioral intention of public transportation passengers is seen as a crucial determinant of public transportation provider performance. This research highlights the relationships between passenger behavioral intention and the various variables that affect it such as service quality, perceived value, involvement, and satisfaction of public transportation services. By using passenger survey data from the Kereta Rel Listrik (KRL) Commuter Line Jabodetabek, the structural equation modeling technique AMOS 22.0 is applied to analyze the conceptualized relationship model. The findings reveal that service quality has positive effect to perceived value. Perceived value and customer satisfaction have positive effect to involvement. Service quality and involvement have positive effect to behavioral intention. Keywords: behavioral intention; service quality, perceived value; involvement; satisfaction Pendahuluan Transportasi merupakan sarana perkembangan yang penting dan strategis dalam memperlancar roda perekonomian serta mempengaruhi semua aspek kehidupan masyarakat (Jen & Hu, 2003; Joewono & Kubota, 2007; Lai & Lu, 2007). Transportasi juga merupakan sarana penting dalam memfasilitasi hubungan antar wilayah/daerah melalui proses interaksi dan komunikasi yang terjadi. Untuk melayani mobilitas penduduk Jakarta, pemerintah menyediakan sarana bus PPD, metromini, mikrolet, dan Trans Jakarta. Selain itu, terdapat pula ojek, bajaj, dan bemo untuk jarak pendek. Selain itu, sarana transportasi darat andalan masyarakat Jakarta dan sekitarnya adalah kereta rel listrik atau yang biasa dikenal dengan KRL Commuter Line Jabodetabek. Kereta listrik ini beroperasi dari pagi hari hingga malam hari. Data terbaru didapat bahwa sepanjang kuartal pertama pada tahun 2014 dari (Januari hingga Maret 2014), BPS (Badan Pusat Statistik) menyatakan bahwa jumlah penumpang KRL Commuter Line Jabodetabek bulan Januari 2014 sebesar 14.963 orang, bulan Februari 2014 sebesar 14.303 orang, dan pada bulan Maret 2014 sebesar 16.909 orang. Parasuraman dkk. (1985,1988) juga menyatakan ada lima dimensi yang digunakan oleh pelanggan untuk menilai kualitas pelayanan pada suatu industri jasa yaitu: (1) Keandalan (reliability) merupakan suatu kemampuan untuk memberikan jasa yang dijanjikan dengan akurat dan terpercaya, dimana kinerja harus sesuai dengan harapan pelanggan yaitu ketepatan waktu, pelayanan yang sama untuk semua pelanggan tanpa ada kesalahan; (2) Ketanggapan (responsiveness), yaitu dengan memberikan pelayanan yang cepat kepada pelanggan; (3) Jaminan (assurance), yaitu pengetahuan dan keramahan karyawan serta kemampuan melaksanakan tugas yang dapat menjamin kinerja yang baik sehingga ------------------------------------------------------------------ *) Penulis Korespondensi. E-mail: ronald.sukwadi@atmajaya.ac.id