Volume 7, Nomor 1 Maret 2023. p-ISSN : 2614-5251 e-ISSN : 2614-526X SELAPARANG. Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan 309 PEMBERDAYAAN TOKOH MASYARAKAT DALAM PENDAMPINGAN PENCEGAHAN PENYAKIT REUMATIK DEGENERATIF DI KAMPUNG PERENG DESA PANGAUBAN KECAMATAN PACET KABUPATEN BANDUNG Muhammad Iqbal 1) , Dede Setiapriagung 1) , Nuri Amalia 1) , Yani Triyani 2) 1) Rumah Sakit Al Islam Bandung, Universitas Islam Bandung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia 2) Fakultas Kedokteran, Universitas Islam Bandung, Bandung, Jawa Barat, Indonesia Corresponding author: Yani Triyani E-mail: y3yani78@gmail.com Diterima 16 Januari 2023, Direvisi 08 Februari 2023, Disetujui 09 Februari 2023 ABSTRAK Hasil survey masyarakat di kampung Pereng, Desa Pangauban Kecamatan Pacet Kabupaten Bandung sekitar 70% terdiri dari orang tua yang sering mengeluhkan penyakit degeneratif terutama reumatik, namun jarang berobat ke puskesmas. Kegiatan pengabdian di daerah tersebut bertujuan memberikan solusi permasalahan dengan pendampingan tokoh masyarakat untuk mengenal cara hidup sehat islami sebagai salah satu pencegahan penyakit yang sering dikeluhkan warga. Metode yang dilakukan pada tahapan awal adalah penjaringan kesehatan warga untuk mengetahui jenis penyakit yang paling banyak ditemukan. Tahapan selanjutnya adalah melakukan pendampingan berupa dialog interaktif kepada para tokoh masyarakat sebagai corong kesehatan masyarakat, dan dilakukan pre dan post test untuk menilai pengetahuan tentang penyakit degeneratif. Kegiatan dilakukan di mesjid kampung Pereng, bulan AgustusOktober 2022. Hasil penjaringan kepada 135 orang, ditemukan warga berusia >61 tahun sebanyak 106 warga (79%), dan penyakit terbanyak yang ditemukan adalah jaringan otot dan sendi 32 orang (24%), kedua kasus hipertensi 24 orang (18%), hal ini sangat berhubungan dengan gaya dan pola hidup yang masih belum baik. Sebagai kesimpulan pendampingan yang dilakukan dapat menambah pengetahuan tentang pencegahan penyakit degeneratif kepada para tokoh masyarakat, yang terlihat dari adanya peningkatan skor pengisian post test setelah pendampingan dibandingkan pre test. Kata kunci: pemberdayaan; pencegahan penyakit degenerative; tokoh masyarakat. ABSTRACT The results of a community survey in Pereng, Pangauban Village, Pacet District, Bandung Regency, around 70% consisted of parents who often complained of degenerative diseases, especially rheumatism, but rarely went to the puskesmas. Community service aim to provide solutions to problems by assisting community leaders to know the healthy Islamic way of life as one of the preventions of diseases often complained. The method used in the early stages was a citizen health screening to find the diseases most commonly found. The next stage is to assist community leaders as public health mouthpieces, according by interactive dialogue and to fill in the pre and post-tests to assess knowledge about degenerative diseases. The activity was carried out at the Pereng village mosque, August October 2022.The screening results found 135 residents, 106 residents aged >61 years (79%), and most of the diseases found were muscle and joint tissue (rheumatism) in 32 people (24%), this is very related to lifestyle and lifestyle which is still not good. In conclusion, the assistance provided can increase knowledge about preventing degenerative diseases to community leaders, which can be seen from the increase in post-test filling scores after mentoring compared to the pre-test. Keywords: community leaders; empowerment; prevention of degenerative diseases PENDAHULUAN Berdasarkan hasil survei langsung, wawancara dan diskusi pertemuan secara luring dan daring dengan tokoh masyarakat kampung Pereng desa Pangauban kecamatan Pacet kabupaten Bandung diperoleh data luas desa 553.990 Ha, dengan batas wilayah sebelah utara desa Maruyung desa Mekarjaya, sebelah selatan desa Cikitu, sebelah barat desa Cinangela, sebelah timur desa Cikitu. Lokasi mitra desa Pangauban, kecamatan Pacet, kabupaten Bandung, berjarak 41,5 Km dengan kampus Fakultas Kedokteran Unisba, dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 50 menit dengan kendaraan roda 4. Secara demografi jumlah penduduk 13.073 jiwa, jumlah penduduk laki-