p - ISSN: 2089-8444 Volume 10 | Nomor 3 | Oktober 2021 Jurnal Kependidikan Media | 130 Program Studi Teknologi Pendidikan UPAYA MENINGKATKAN PEMAHAMAN SISWA KELAS VI SDN 57 BELAWA TENTANG PERKEMBANGBIAKAN TUMBUHAN DAN HEWAN MELALUI IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN TWO STAY TWO STRAY Oleh: Rahimi SDN 57 Belawa Abstrak: Penelitian Tindakan Kelas yang dilaksanakan pada tahun 2019 sebagai kegiatan pengembangan profesi guru. Karya tulis ini membahas tentang upaya nyata dan inovasi dari penulis dalam pembelajaran IPA pada materi perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan dengan menerapkan model pembelajaran TS-TS. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kontribusi penerapan model pembelajaran TS-TS terhadap peningkatkan hasil belajar dan sikap positif siswa kelas VI pada SDN 57 Belawa dalam pembelajaran IPA khususnya pada materi perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan.. Penelitian Tindakan Kelas ini dilaksanakan di SDN 57 Belawa pada siswa kelas VI semester 1 tahun pelajaran 2019/2020. Penelitian ini terdiri dari dua siklus. Siklus pertama terdiri dari dua tindakan dan siklus kedua juga terdiri dari dua tindakan. Prosedur yang dilaksanakan pada setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan model pembelajaran TS-TS dapat meningkatkan hasil belajar siswa kelas VI pada SDN 57 Belawa dalam proses pembelajaran khususnya pada materi perkembangbiakan tumbuhan dan hewan. Kata Kunci: Pemahaman Siswa, Perkembangbiakan Tumbuhan dan Hewan, Model Pembelajaran, Two Stay Two Stray PENDAHULUAN Proses belajar mengajar di sekolah, khususnya di dalam kelas dan di lapangan, merupakan suatu proses kegiatan yang berlangsung rutin dan terus menerus yang dilakukan oleh guru dan siswa. Di sisi lain, tujuan akhir yang hendak dicapai dari proses belajar mengajar adalah keberhasilan siswa untuk memahami, menguasai, dan mengimplementasikan ilmunya kelak di lingkungan masyarakat sekaligus sebagai bimbingan kepada mereka agar dapat meraih prestasi yang memuaskan pada mata pelajaran IPA. Akan tetapi, pada kenyataannya banyak siswa belum mencapai memampuan yang optimal. Pada dasarnya siswa hanya tahu banyak fakta namun tidak mampu