Transformasi Novel Rapijali Karya Dee Lestari ke dalam Bentuk Puisi Husni Farid Fauzi*, Siti Maryam & D.Nurfajrin Ningsih Universitas Suryakancana, Cianjur, Indonesia ______________ Riwayat artikel: Dikirim: 5 Februari 2023 Direvisi: 2April 2023 Diterima: 3 April 2023 Diterbitkan: 27 Aprilr 2023 __________ Keywords: poetry; novel; transformation Katakunci: puisi; novel; transformasi _______________________ Alamat email husnifarid0109@gmail.com sitimaryam@unsur.ac.id nurfajrindinni@unsur.ac.id Abstract This article describes the process and results of the transformation of Dee Lestari's novel Rapijali into poetry. The research was conducted using a qualitative approach and using descriptive methods. The findings show that the story theme of Novel Rapijali is the struggle and search for the identity of the main character in the story to realize his dream of becoming a musician. From a structural study of a novel, five poems were born entitled “Pencarian”, “Poster”, “Zemora”, “Sebuah nama”, dan “Kala Itu”. Abstrak Artikel ini menjelaskan proses dan hasil transformasi novel Rapijali karya Dee Lestari ke dalam bentuk puisi. Penelitian dilakukan dengan menggunakan pendekatan kualitatif dan menggunakan metode deskriptif. Hasil temuan menunjukkan bahwa tema cerita Novel Rapijali yaitu perjuangan dan pencarian jati diri tokoh utama dalam cerita untuk mewujudkan impiannya menjadi seorang musisi. Dari kajian secara struktural atas sebuah novel lahir lima puisi yang berjudul ”Pencarian”, “Poster”, “Zemora”, “Sebuah “nama, dan “Kala Itu”. How to Cite: Fauzi , Husni Farid et. al. “Transformasi Novel Rapijali karya Dee Lestari ke dalam Bentuk Puisi” Alinea: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajaran, Vol. 12, No. 1, 2023, pp. 53–62. Published by Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia, Universitas Suryakancana This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License. PENDAHULUAN Sebuah penciptaan karya sastra dapat digambarkan sebagai media penghibur setiap orang dengan jalan menyajikan keindahan, memberikan makna terhadap kehidupan atau sekadar memberikan sebuah pelepasan ke dunia imajinasi (Budianta dalam (Parura). Karya sastra dikenal terbagi menjadi tiga prosa, puisi, dan drama. Semua jenis sastra tersebut menggunakan kata-kata yang indah supaya menarik sebagai sarana penyampaiannya. (Maryam) menyebutnya kreativitas berbahasa. Kemenarikan penggunaan bahasa itu sangat penting karena karya sastra mengajak pembaca untuk berimajinasi secara bebas mengikuti sebuah alur cerita (Kohunussa). Pengalaman membaca sastra dalam pembelajaran sangat penting (Suryaman). Pemerintah telah banyak menyediakan bahan bacaan berupa buku pengayaan, di antaranya buku pengayaan pengetahuan, !"