183 KESESUAIAN JENIS POHON PADA LAHAN KRITIS DI SUB DAS LESTI, JAWA TIMUR (Suitability of Tree Species in Critical Land of Lesti Sub Watershed, East Java)* Pratiwi 1 , Manjela Eko Hartoyo 2 , Budi Hadi Narendra 1 dan I Wayan Susi D 1 . 1 Pusat Litbang Konservasi dan Rehabilitasi Jl.Gunung Batu No.5 PO Box 165;Telp.0251-8633234;Fax 0251-8638111 Bogor e-mail : p3hka_pp@yahoo.co.id; pratiwi.lala@yahoo.com; budihadin@yahoo.co.id; salifa03@yahoo.co.id 2 Tropenbos International Jl.Gunung Batu No.5 PO Box 165;Telp.0251-8633234;Fax 0251-8638111 Bogor ABSTRACT The success of tree planting especially in critical lands, depend on several factors such as species selection suitability, planting objective, land preparation, etc. The aim of this study was to obtain data and information on suitable tree species potentially used in critical land of Lesti Sub Watershed, East Java and visualized in a map. Suitable tree species map was produced by matching tree growth requirements to the condition of soil, topography, climate (precipitation,) and critical land map. It is expected that this information could be used as a consideration in land rehabilitation planning of Lesti Sub Watershed based on critical land level priority. Keywords: growth requirements, critical land, soil, topography, climate ABSTRAK Keberhasilan penanaman pohon khususnya di lahan-lahan kritis, sangat ditentukan oleh berbagai faktor, seperti pemilihan jenis-jenis yang sesuai dengan kondisi biofisik daerah yang bersangkutan, tujuan usaha, cara penyiapan lahan dan sebagainya. Tujuan penelitian ini adalah memperoleh data dan informasi tentang jenis-jenis pohon yang sesuai untuk lahan-lahan kritis di Sub DAS Lesti, Jawa Timur. Informasi ini dituangkan dalam peta kesesuaian tempat tumbuh jenis pohon yang diperoleh dengan mencocokkan informasi persyaratan tempat tumbuh suatu jenis pohon terhadap peta kondisi tanah, topografi, iklim (curah hujan) dan peta tingkat kekritisan lahannya. Peta kesesuaian ini diharapkan dapat dipakai sebagai landasan untuk menyusun perencanaan rehabilitasi lahan di Sub DAS Lesti berdasarkan prioritas tingkat kekritisannya. Kata kunci: persyaratan tumbuh, lahan kritis, tanah, topografi, iklim I. PENDAHULUAN Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak- anak sungainya, yang berfungsi menam- pung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau ke laut secara alami, yang batas di darat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan (Undang-Undang No.7 Tahun 2004). Adanya penggunaan lahan dalam DAS yang melebihi daya dukungnya seringkali menimbulkan berbagai masa- lah, seperti munculnya lahan-lahan kritis dalam DAS tersebut. Salah satu Sub DAS yang memiliki lahan kritis cukup luas adalah Sub DAS Lesti di wilayah Kabupaten Malang. Sub DAS ini termasuk bagian hulu dari DAS Brantas yang mendapat prioritas pena- nganan pertama. Luas Sub DAS Lesti, yaitu 58.384 ha (BPDAS Brantas, 2007) terdapat lahan kritis seluas 21.928 ha (Kementerian Kehutanan, 2012) yang perlu segera direhabilitasi. Upaya rehabilitasi lahan kritis sudah banyak dilakukan di Indonesia namun hasilnya belum optimal, seperti pada pelaksanaan tahun 2003 yang menun- Diterima : 21 Februari 2014; Disetujui : 30 Mei 2015