3 12 Taufik Rachman: Komunikasi Pemasaran Bancassurance Syariah Manulife 220 KOMUNIKASI PEMASARAN BANCASSURANCE SYARIAH MANULIFE DALAM MENINGKATKAN KESADARAN MASYARAKAT BERASURANSI DI KOTA MEDAN Ahmad Tamrin Sikumbang 1 , Chandra Wijaya 2 , Taufik Rachman 3 1,2 Dosen Pascasarjana UIN Sumatera Utara 3 Mahasiswa Pascasarcana UIN Sumatera Utara Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam Abstrak: Penelitian ini bertujuan menjelaskan tentang komunikasi pemasaran bancassurance syariah Manulife dalam memasarkan produk asuransinya kepada masyarakat, termasuk didalamnya pendekatan tatap muka dalam proses pemasarannya. Tantangan dalam memasarkan produk asuransi syariah juga diulas dalam Penelitian ini. Teori Individual Difference, Teori Social relationship dan Teori Antarpribadi adalah beberapa pijakan landasan teoretis dalam penelitian ini yang menggunakan pendekatan penelitian kualitatif deskriptif melalui teknik pengumpulan data seperti wawancara dan observasi. Hasil penelitian komunikasi pemasaran tenaga pemasar bancassurance syariah Manulife dalam memasarkan produk asuransi syariah kepada masyarakat yaitu : menunjukkan kalau dalam melakukan proses pemasaran produk asuransi syariah ini, tenaga pemasar menggunakan langkah-langkah penjualan yang terstruktur dalam menarik minat nasabah bergabung, metode tatap muka atau face to face juga menunjukkan tingkat keberhasilan yang tinggi dalam berkomunikasi karena seratus persen nasabah yang dijumpai tenaga pemasar selalu menggunakan metode ini. Tantangan yang dihadapi tenaga pemasar dalam memasarkan produk asuransi syariah ini antara lain kurangnya informasi secara utuh tentang asuransi, muncul nya beberapa keberatan yaitu tidak butuh asuransi, tidak percaya dengan asuransi, merasa sanggup menanggung semua kebutuhan saat ini dan belum memiliki cukup dana. Kata Kunci : Komunikasi Pemasaran, Bancassurance Syariah. Pendahuluan Asuransi di dunia sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Hampir seluruh negara di dunia sudah familiar dengan asuransi, sebut saja secara umum asuransi rumah, asuransi kebakaran dan lain-lain. Asuransi yang berkonsep dasar untuk menggantikan kerugian yang mungkin timbul akibat terjadinya risiko yang terjadi, belakangan juga semakin berkembang di Indonesia. Asuransi umumnya hadir untuk menggantikan risiko finansial seseorang. Risiko financial dapat diartikan secara sederhana adalah risiko yang akan muncul oleh seseorang, jika orang yang mencari nafkah dari keluarga itu mengalami kematian atau cacat total tetap. Sebagai contoh : sepasang suami istri memiliki seorang anak. Suami adalah pencari nafkah dan istri yang sehari-hari menjaga anak di rumah. Jika suatu hari suami mengalami cacat total tetap akibat kecelakaan atau meninggal dunia, maka tentu si istri dan anak akan mengalami kerugian finansial atau dengan kata lain punya brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by E-Journal Universitas Islam Negeri Sumatera Utara