http://journal.univpancasila.ac.id/index.php/SULUH ANALISIS PENDAPATAN DAN PEMASARAN PEKEBAK IKAN (PELET KEONG BAKAU PAKAN IKAN) DI KOTA LANGSA Sorbakti Sinaga 1 , Agustinus Sinaga 2 , Derri Irawan 3 , Mustika Purba 4 , *Rini Mastuti 5 1,2,3,4 Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Samudra 5 Staf Pengajar Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Samudra Artikel Diterima : 13 November 2019 Disetujui : 15 November 2019 Email : rinimastuti@unsam.ac.id Abstrak Pelet merupakan sumber asupan energi yang dibuat oleh manusia dengan komposisi tertentu yang dibutuhkan sesuai pada suatu organisme akuatik. Kebutuhan akan pakan buatan (pelet) akan sangat menunjang keberhasilan budidaya. Pelet yang baik akan menghasilkan pertumbuhan ikan yang cepat sehingga biaya produksi tidak terlalu tinggi. Pakan pada suatu ikan tidaklah sama oleh sebab itu harus disesuaikan dengan jenis komoditi dan kebiasaan makannya. Pakan yang baik adalah pakan yang memiliki protein tinggi dan mudah diperoleh. Salah satunya adalah keong bakau (T. telescopium). Kuala Langsa merupakan sebuah desa yang terdapat di Kota Langsa yang berbatasan langsung dengan Selat Malaka sehingga pada daerah ini banyak ditemukan keong bakau. Keunggulan pellet ini adalah menggunakan bahan dasar keong bakau yang mudah ditemukan dan ketersediannya melimpah sehingga nantinya harganya akan lebih murah dengan kualitas kandungan protein yang lebih tinggi bila dibandingkan dengan pelet yang tersedia di pasaran. Manfaat dari pembuatan pelet ini adalah: (1). Terciptanya pelet pakan ikan yang berkualitas, sebagai alternatif pakan ikan. (2). Sebagai aplikasi dari ilmu pakan ikan dari bangku kuliah, dan (3). Sebagai aplikasi dari ilmu kewirausahaan, untuk mengasah hardskill dan softskill entrepreneur, sehingga siap menjadi wirausaha mandiri pada saat lulus kuliah. Pelet ini memiliki nilai R/C ratio sebesar 1,33 artinya, setiap modal yang dikeluarkan sebesar Rp 100,00 akan diperoleh pendapatan sebesar Rp 137,00. Dengan demikian, usaha pakan pelet ikan layak untuk dikembangkan. Kata Kunci: Ikan Nila, Keong Bakau, Kelayakan Usaha, Pakan, Pemasaran. Abstract Pellets are a source of energy intake made by humans with certain compositions needed according to an aquatic organism. The need for artificial feed (pellets) will greatly support the success of cultivation. A good pellet will produce fast fish growth so the production costs are not too high. Feed on a fish is not the same because it must be adapted to the type of commodity and its eating habits. Good food is a food that has high protein and is easily obtained. One of them is mangrove snails (T. telescopium). Kuala Langsa is a village located in the city of Langsa which is directly adjacent to the Malacca Strait so that in this area mangroves are found. The advantage of this pellet is that it is easy to find mangrove snail base material and its availability is abundant so that later the price will be cheaper with higher quality protein content compared to the pellets available on the market. The benefits of making this pellet are: (1). The creation of quality fish feed pellets, as an alternative to fish feed. (2). As an application of the science of fish feed from college, and (3). As an application of entrepreneurship science, to hone skills and soft skills entrepreneurs, so that they are ready to become independent entrepreneurs when they graduate. This pellet has a value of R / C ratio of 1.33, which means that every capital issued in the amount of Rp. 100.00 will get an income of Rp. 137.00. Thus, the fish pellet feed business is feasible to be developed. Keywords: Tilapia, Mangrove Conch, Business Feasibility, Feed, Marketing.