Karya Roh Kudus dalam Pendidikan Kristen, Analisis Teks Kisah Para Rasul 2 : 42 dan Relevasinya Bagi Pendidikan Kristen Masa Kini Misael Sularno , 1, Sekolah Tinggi Pendidikan Agama Kristen, Malang Correspondence: misael.nano@gmail.com Abstract: Often, people limit the work of the Holy Spirit to things related to spiritual gifts alone. Outside of spectacular manifestations such as healing the sick or raising the dead, prophesying about future events, or speaking in tongues, it is considered not to be the work of the Holy Spirit. In this article, the work of the Holy Spirit is described both in vertical and horizontal relationships. This is manifested in the four important activities of the church recorded in Acts 2:42. These four activities are the tasks of the church initiated by the Holy Spirit, namely the teaching of the apostles (didache), fellowship (koinonia), breaking of bread (diakonia), and prayer (proseuche). The current condition of the church demands an active role from its leaders to re-engage in these four aspects so that the church today does not lose its identity as a community of believers who make disciples of all nations. Keywords: didache, koinonia, diakonia, proseuche Abstrak: Seringkali orang membatasi pekerjaan Roh Kudus dengan hal-hal yang berhubungan dengan karunia-karunia rohani saja. Di luar dari hal-hal spektakuler seperti menyembuhkan orang sakit atau membangkitkan orang mati, bernubuat tentang apa yang akan terjadi, berbicara dengan bahasa roh, dianggap bukan karya Roh Kudus. Dalam tulisan ini dijabarkan tentang karya Roh Kudus baik dalam hubungan secara vertikal maupun horisontal. Hal ini direalisasikan dalam empat kegiatan penting gereja yang dicatat dalam Kisah Para Rasul 2:42. Empat kegiatan tersebut merupakan tugas gereja yang diprakarsai oleh Roh Kudus, yaitu pengajaran rasul-rasul (didache), persekutuan (koinonia), memecahkan roti (diakonia), dan berdoa (proseuche). Kondisi kekinian gereja menuntut peran aktif dari pemuka-pemukanya untuk kembali mengerjakan keempat hal tersebut sehingga gereja masa kini tidak kehilangan jati diri sebagai perkumpulan orang-orang percaya yang menjadikan semua bangsa murid Kristus. Kata-kata kunci: didache, koinonia, diakonia, proseuche PENDAHULUAN Diskusi dan studi tentang Roh Kudus sering membagi orang Kristen menjadi dua kategori. Kategori pertama adalah kelompok yang mengakui dan percaya akan keberadaan Roh Kudus, tetapi kurang memiliki minat dan perhatian untuk membicarakan dan mempelajari Roh Kudus. Kategori kedua adalah mereka yang terlalu tertarik untuk mengenal-Nya, bahkan berlebihan. John Wimber adalah bagian dari kelompok pertama. Wimber dalam Wagner, teolog dari Vineyard Ministries International Anaheim, berpendapat bahwa kegiatan yang berhubungan dengan pencurahan Roh Kudus hanya terjadi di masa lampau. 1 Hal-hal seperti berbahasa roh tidak relevan lagi saat ini. Sedangkan Wagner sendiri mengatakannya secara berbeda, dan meskipun ini terjadi setelah bertahun-tahun perjuangan teologis, Wagner menunjukkan fakta bahwa sesuatu yang relatif baru terjadi di Gereja Yesus Kristus di Amerika Serikat pada tahun 1970-an. Dapat dikatakan bahwa pribadi ketiga dari Tritunggal, Roh Kudus, sekarang mendapatkan haknya. Dalam pandangannya, Wagner mengatakan Gereja Tuhan harus menawarkan khotbah pneumatologi sebanyak yang telah dilakukan teologi 1 C. Peter Wagner, Your Spiritual Gifts Can Help Your Church Grow. (Minnesota: Chosen Books, 2017), ebook edition. Volume 6, No 1, Juni 2023 (1-10) ISSN: 2621-6220 DOI: https://journal.stipakdh.ac.id/index.php/didaktikos