Jurnal Tingkat Sarjana bidang Senirupa dan Desain APLIKASI TEKNIK BORDIR PADA PRODUK FESYEN BERTEMAKAN BORDIR Theresa Gestani Oktavia Dr. Ratna Panggabean, M.Sn Program Studi Sarjana Kriya, Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) ITB Email: theressagestani@yahoo.com Kata Kunci : bordir, burlesque, seksi, fesyen, glamor, provokatif Abstrak Burlesque VHFDUD XPXP DGDODK VHQL SDQJJXQJ \DQJ EHUDVDO GDUL ,WDOLD EHUNHPEDQJ GL (URSD GDQ PHQHPXNDQ ‡UXPDK EDUX· GL SDQJJXQJ broadway New York. Dari yang awalanya adalah hiburan kelas rendah berupa dagelan dan acara musik, hingga panggung megah menampilkan showgirls berpakaian minim dan glamour. Teknik bordir digunakan untuk merealisasikan gaya burlesque terhadap produk fesyen. Teknik ini memiliki karakter yang khas dan kuat dan dapat mewujudkan efek yang diinginkan dalam menciptakan image burlesque. Karya ini mengadepankan karya visual yang cantik dan berani, di buat untuk memperkaya wawasan bangsa Indonesia akan gaya burlesque, sekaligus membuktikan sekali lagi bahwa teknik bordir tidak lekang oleh waktu. Karya ini dibuat bagi para wanita yang tidak takut untuk mengeksplor sensualitasnya, juga menghargai ironi hidup dan perbedaan. Abstract Burlesque is a genre of stage art originated from Italy, spread across Europe, and later found the New York's broadway as where it belongs. Started out as a parody for lower classes entertainment and music shows, it transforms into an extravagant stage with glamorous and revealing showgirls. The embroidery technique used to objectify burlesque as a style onto fashion products. This technique possessed a strong and unique characteristic that can achieve the image of burlesque to the products. The final products focuses on boldness and visual aesthetics, made to enrich the insight of burlesque's style for Indonesia. And once again convince the immortality of embroidery technique. This work were made for women who are not afraid to explore their sexuality, as well as celebrate irony and differencies. 1. Pendahuluan Burlesque adalah seni panggung yang berasal dari Italia. Awalnya jenis hiburan ini adalah parodi yang dibuat oleh kalangan kelas bawah untuk mengolok - olok kalangan atas yang mengatur sistem pemerintahan di Italia. Burlesque menerima respon positif dari awal kemuculannya, beranjak menjadi hiburan bagi semua kalangan. Namun hijrahnya grup burlesque Lydia Thompson lah yang menjadi tonggak penyebaran burlesque ke seluruh dunia. Grup ini menemukan 'rumah baru' bagi burlesque, yaitu panggung broadway di New York. Disinilah istilah burlesque diidentikkan dengan pertunjukan khusus dewasa, karena dagelan yang dibawakan kebanyakan adalah lawakan yang berbau seksual. Dalam perkembangannya, burlesque di adaptasi oleh penggemarnya menjadi sebuah gaya. Gaya burlesque bisa di terjemahkan melalui pakaian yang mempertontonkan lekuk tubuh wanita secara ekstrim. Dari konsep awal burlesque yaitu parodi, segala dibesar - besarkan. Misalnya dalam mempertontonkan lekuk tubuh, dalam gaya burlesque, korset digunakan untuk membuatnya lebih ekstrim. Gaya ini juga menyorot pemakaian pakaian dalam yang seharusnya dipakai di dalam, namun justru dikenakan di luar, bahkan dipercantik agar menarik perhatian. Teknik bordir digunakan untuk merealisasikan gaya burlesque, karena sangat fleksibel dan mampu menwujudkan citra glamor dan mewah. Bordir pun dapat mencapai tekstur yang rumit, danpa kehilangan karakter ketika dipertontonkan di atas panggung.