22 21 KONTRIBUSI HIDROGRAFI UNTUK MEMPERKUAT EARLY WARNING SYSTEM KEAMANAN LAUT Dicky R. Munaf, Demo Putra KKIK FSRD ITB, Badan Keamanan Laut demoputra25@gmail.com ABSTRAK Early warning system (sistem peringatan dini) keamanan laut yang dibangun oleh Bakamla merupakan suatu sistem yang mengintegrasikan parameter bahaya pelayaran sehingga kegiatan pelayaran dapat terhindar dari bahaya. Pembangunan sistem peringatan dini ini sesuai dengan Perpres Nomor 39 Tahun 2013 tentang Rencana Kerja Pemerintah Tahun 2014 khususnya pada Buku II, Bab VII Pertahanan dan Keamanan, Pasal F. Sistem peringatan dini yang dimiliki Bakamla saat ini menampilkan data gelombang dan angin sebagai parameter bahaya. Seiring perkembangan teknologi, sistem peringatan dini yang sudah dibangun oleh Bakamla memerlukan penajaman. Peran bidang keilmuan hidrografi diperlukan dalam proses penajaman tersebut. Proses tersebut dilakukan dengan menambahkan parameter-parameter bahaya dan menyesuaikan metode pengukuran dengan tingkat ketelitian yang lebih baik. Kata kunci: bakamla, hidrografi, sistem, peringatan, pelayaran ABSTRACT The early warning system which has been built by Bakamla is an integrated system that integrates the parameters of sail hazard in order to avoid accidents from happening. The development of this early warning system is based on the Government’s Regulation i.e. Perpres No. 39 in 2013 about the Government’s plan for the year of 2014, specially in 2 nd book, chapter 7 th , in which security and safety aspects are obviously stated and must be concerned. The recent early warning system Bakorkamla owns displays data such as waves and winds as the hazard parameters. Along with the development of technology, the early warning system Bakorkamla has built needs enhancement. To do this, hydrography, as a branch of science is needed. The process can be done by adding more the hazard parameters and by finding a suitable measurement method with higher level of accuracy. Keywords:bakamla, hydrographi, system, warning, sail PENDAHULUAN Indonesia merupakan negara kepulauan yang terdiri atas daratan dan lautan. Lautan Indonesia merupakan salah satu laut terbesar di dunia dengan luas mencapai 5.8 juta km 2 . Di laut yang luas ini banyak aktivitas yang terjadi seperti pelayaran, penangkapan ikan, dan per- tahanan. Oleh sebab itu, Indonesia disebut sebagai negara maritim terbesar. Indonesia memiliki laut yang sangat luas dan rentan mendatangkan ancaman baik dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari dalam negeri, misalnya kecelakaan kapal ter- jadi karena kesalahan teknis kapal, navigasi, atau kurangnya informasi keselamatan pelayar- an, sedangkan dari luar negeri seperti masuk- nya kapal asing ke zona pelayaran Indonesia. Berikut beberapa kecelakaan di Indonesia yang dirangkum dari berbagai sumber. Tahun 2009: 1. Pada 11 Januari-Kapal Motor Teratai Prima 0 tenggelam di Tanjung Batu- roro, Sendana, Majene, Sulawesi Barat. Dari sekitar 300 korban hanya 36 yang berhasil diselamatkan oleh nelayan. 2. Pada 27 Juli-Cahaya Abadi Utama tenggelam di Selat Makassar. Kapal kayu bermuatan 50 ton jagung dan 3.000 tandan pisang berlayar dari Kecamatan Budonbudon, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Selatan dengan tuju- an Samarinda pada Senin (27/7) pagi. Semua ABK selamat, tak ada korban jiwa.