Jurnal Ilmiah Mahasiswa Ekonomi Akuntansi (JIMEKA) Vol. 3, No. 4, (2018) Halaman 625-637 ol.x, No.x, July xxxx, pp. 1 625 E-ISSN 2581-1002 PENGARUH SUMBER DAYA MANUSIA DAN PENGENDALIAN INTERNAL TERHADAP KECURANGAN AKUNTANSI STUDI PADA PT PEGADAIAN (PERSERO) DI KOTA BANDA ACEH Harum Nazra Fazini* 1 , suparno *2 1,2 Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala e-mail: harumnf@gmail.com *1 , Suparno.febusk@unsyiah.ac.id *2 Abstrak The purpose of this study was to test the effect of the human resource and internal control over accounting fraud. The study population was the branch manager and employees of PT Pegadaian (Persero) in Banda Aceh as many as 24 respondents. Analysis of the data used is multiple linear regression using SPSS. The results of this study found that human resources and internal controls significant effect either together or partially. The results also showed that the value of R Square of amounting to 0.215, can be interpreted by 21.5 percent of the variation that occurs in the variable accounting fraud at PT Pegadaian (Persero) in Banda Aceh can be explained and influenced by independent variables (human resources and internal control) at PT Pegadaian (Persero) in Banda Aceh. The remaining 78.5 percent is explained by other variables not included in this study. Keywords: Development of information systems , human resources , internal control and accounting fraud. 1. Pendahuluan Latar Belakang Kecurangan akuntansi diterjemahkan sebagai penyimpangan, demikian pula dengan error dan irregularities masing-masing diterjemahkan sebagai kekeliruan dan ketidak beresan (Singleton, 2010). Perbedaan dari penyimpangan dan kekeliruan adalah apakah tindakan yang mendasarinya, apakah tindakan tersebut merupakan tindakan yang disengaja atau tidak, kecurangan akuntansi atau penyimpangan dilakukan dengan unsur kesengajaan dalam melakukannya. Association of Certified Fraud Examiners ACFE’s (2008) mendefinisikan kecurangan akuntansi sebagai tindakan mengambil keuntungan secara sengaja dengan cara menyalahgunakan suatu pekerjaan/jabatan atau mencuri asset/sumber daya dalam organisasi. Kecurangan akuntansi secara umum meliputi bermacam-macam arti dimana dengan kepandaian manusia seseorang dapat merencanakan untuk memperoleh keuntungan melalui gambaran yang salah (Albrecht et al, 2006:7). Kecurangan (fraud )dilakukan di organisasi, oleh organisasi atau untuk organisasi, tindakan ini dilakukan baik secara internal maupun eksternal, secara sengaja, dan disembunyikan (Vona, 2008:6). Fenomena berkaitan dengan terjadinya kecurangan pada PT. Pegadaian (Persero), erat kaitannya dengan peran pengendalian intern PT. Pegadaian (Persero) yang kurang pengawasan secara sistematik dari pihak pimpinan dalam melakukan pemantauan, pengawasan, evaluasi dan pelaporan terhadap seluruh proses dan tahapan kegiatan. Disamping itu, faktor Sumber Daya Manusia juga dapat berpengaruh terhadap penyimpangan keuangan perusahaan, karena disebabkan dalam melakukan pekerjaan dan adanya kecenderungan untuk berbuat curang dalam setiap pekerjaan yang dilakukan. Salah satu contoh kasus yang menjadi dampak dan konsekuensi yang ditimbulkan oleh kecurangan akuntansi tidak dapat dihindarkan, perusahaan akan mengalami kerugian yang signifikan karena hal tersebut. Seperti kasus penggelapan uang Pegadaian pada tahun 2013-2014, yang dilakukan oleh pengelola unit kantor Pegadaian Syariah Aceh dengan membuat kredit fiktif serta pinjaman tanpa jaminan utuh,akibat perbuatannya tersebut, PT. Pegadaian (Persero) mengalami kerugian mencapai Rp1,8 miliar. Kerugian tersebut berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP)