Haqiqiansyah et al. Jurnal Ilmu Perikanan Tropis Nusantara Vol. 1. No. 2, Agustus 2022 94 Analisis usaha pengolahan amplang di Kecamatan Sanga-Sanga Kabupaten Kutai Kartanegara (Analysis of amplang processing business at Sanga-Sanga District Kutai Kartanegara Regency) Gusti Haqiqiansyah, Dayang Diah Fidhiani, Zul Asman Randika Jurusan Sosial Ekonomi Perikanan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Mulawarman Jl. Gunung Tabur No. 1. Kampus Gn. Kelua Samarinda 76123 E-mail: haqiqi87@yahoo.co.id ARTICLE INFO Article history: Received March 20, 2022 Received in revised form April 13, 2022 Accepted August 27, 2022 Keywords: business analysis, feasibility, processing of amplang ABSTRACT This study was aimed to analyze the prospects of development of the financial aspects of amplang processing and marketing channel of amplang processing business. The data was collected through a survey, completed by direct observation in the field and interviews with the respondents. The applied data analysis includes analysis of costs, revenues, income and business feasibility. The results showed the average revenue earned from amplang processing business is Rp. 7.040,000 per month or Rp. 70.400,000 per year, while the average cost of Rp. 4.623.167 per month or Rp. 46.238.333/year. The average income was found as much as Rp. 2.416.167/month or Rp. 24,161,667 / year. The value of the balance of revenue and cost (R/C) in the business of processing amplang is 1.54, which means that the amplang processing business is able to provide a gain of 1.54 of the cost. There are two pattern of marketing channel that were identified in the field, the first pattern is: amplang producer to retailer to consumer; and the second pattern is: amplang producer to consumer directly. PENDAHULUAN Kecamatan Sanga-Sanga merupakan satu di antara kecamatan yang berada di wilayah pesisir, Potensi sumberdaya perikanan relatif kecil jika dibandingkan dengan kecamatan di wilayah pesisir lainnya. Satu diantara hasil laut yang banyak dimanfaatkan oleh masyarakat adalah Ikan Bandeng. Hasil tangkapan tersebut sebagian dipasarkan dalam bentuk segar, dan sebagian dilakukan proses pengolahan. Kegiatan diversifikasi produk telah dilakukan oleh masyarakat seperti usaha bandeng presto, usaha pengolahan kerupuk dan amplang. Kegiatan usaha pengolahan ini telah cukup berkembang dan telah cukup dikenal di kecamatan tersebut. Produk amplang dan kerupuk berbahan ikan laut (Ikan Bandeng) menjadi produk andalan dan khas bagi Pemerintah Daerah, terutama Kecamatan Sanga-Sanga. Berdasarkan uraian tersebut maka kami tertarik untuk mengkaji lebih jauh tentang prospek pengembangan usaha pengolahan amplang di kecamatan Sanga-Sanga dan menggali permasalahan apa saja yang dihadapi oleh pengolah amplang tersebut. Tujuan Penelitian Adapun tujuan penelitian ini adalah: 1. Menganalisis prospek pengembangan usaha pengolahan amplang dari aspek finansial 2. Mengetahui rantai pemasaran hasil pengolahan amplang.