IZUMI, Volume 12 No 1, 2023, [Page | 1] e-ISSN: 2502-3535, p-ISSN: 2338-249X Available online at: http://ejournal.undip.ac.id/index.php/izumi Copyright@2023, IZUMI, e-ISSN: 2502-3535, p-ISSN: 2338-249x Research Article Citraan dan Majas dalam Lirik Lagu “Harehare Ya” Karya Maigo Hanyuu (Kajian Stilistika) Nur Hastuti*, Sri Rezeki Ayuni Jurusan S1 Bahasa dan Kebudayaan Jepang, Universitas Diponegoro *Email: nurhastuti12.nh@gmail.com Received: 08-01-2023; Revised: 24-01-2023; Accepted: 07-05-2023 Available online: 13-06-2023; Published: 13-06-2023 Abstract Song lyrics are part of the music. Music is made up of rhythm, time signature, harmony and melody. Song lyrics act as one of the elements in the main melody in a music.This study aims to describe the images and images in the lyrics of the song Harehare Ya by Maigo Hanyuu. The method used in this study uses stylistic studies as an analytical tool. The data used in this study are the lyrics of the song Harehare Ya by Maigo Hanyuu. The theory used is Hermintoyo's imagery theory and Seto Kenichi's figure of speech theory.Based on data analysis, it can be concluded that in the lyrics of the song Harehare Ya by Maigo Hanyuu, imagery and figurative language are found. There are four imagery in the lyrics of this song, namely, imagery of sight, hearing, movement, and feeling. In the lyrics of this song, there are also many figurative language of affirmation dominated by repetition. There are nine repetition figures of speech in the lyrics of this song, and rhetorical figures of speech in the lyrics of this song are two. Keywords: Figure of speech; harehare ya; imagery; song lyrics How to cite (APA): Hastuti, N., & Ayuni, S. R. (2023). Citraan dan Majas dalam Lirik Lagu “Harehare Ya” Karya Maigo Hanyuu (Kajian Stilistika). IZUMI, 12(1), 1–12. https://doi.org/doi.org/10.14710/izumi.12.1.1-12 Permalink/DOI: https://doi.org/10.14710/izumi.12.1.1-12 1. Pendahuluan Malawi dkk, mengatakan bahwa karya atau produk sastra dipecah menjadi tiga golongan yakni prosa, puisi, lalu, drama. Karya-karya itu merupakan karya imajinatif yang dihasilkan oleh sastrawan (2017). Fungsi karya sastra adalah dulce et utile yang berarti menyenangkan dan berguna (Noor, 2009: 6). Hal ini berarti karya sastra yang meliputi novel, puisi, lirik lagu dan lain-lain adalah karya sastra yang dapat mendatangkan manfaat dan bisa membuat senang hati pembaca atau pendengarnya. Menurut Febrianty (2016:12) puisi atau lirik adalah salah satu karya sastra, yang berarti karya sastra sebagai hasil ciptaan manusia mengandung nilai keindahan sekaligus gambaran kehidupan, baik yang dialami langsung ataupun tidak langsung oleh pengarangnya. Lagu adalah bentuk ungkapan perasaan seseorang yang dituangkan melalui tulisan atau sajak-sajak dan disampaikan dengan diiringi nada, irama, sehingga membentuk nyanyian yang indah (Fauziyah, 2014:13). Musik merupakan suatu hal yang bersifat universal dan tidak mengenal golongan masyarakat, siapapun dapat mengapresiasi musik meskipun ia tidak terpelajar dalam bidang musik. Musik digunakan banyak orang sebagai media untuk mengekspresikan diri (dapat berupa ide-ide atau nilai-nilai yang diyakininya), juga sebagai hiburan karena didalamnya terkandung lirik-lirik yang sesuai dengan emosi yang sedang dirasakan oleh seseorang, seperti senang, sedih, marah,