87 JURNAL ORTOPEDAGOGIA, VOLUME 4 NOMOR 2 NOVEMBER 2018: 87-93 Pelaksanaan Program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Sekolah Luar Biasa Yulia Nur Abidah, Abdul Huda Universitas Negeri Malang E-mail: yuliaabudah247@gmail.com Abstrak: Pelaksanaan program PHBS di SLB masih tertinggal jauh dari sekolah-sekolah reguler. Masih banyak SLB yang belum menerapkan program PHBS, padahal dengan berperilaku hidup bersih dan sehat dapat mengurangi resiko terkena penyakit menular. Tujuan penelitian (1) mendeskripsikan penerapan program PHBS, (2) mendeskripsikan dampak program PHBS, (3) mendeskripsikan hambatan program PHBS, dan (4) mendeskripsikan upaya mengatasi hambatan program PHBS. Pendekatan penelitian ini adalah pendekatan penelitian kualitatif dengan menggunakan model studi kasus. Penelitian dilaksanakan di SDLB-B YPTB Malang yang merupakan SLB khusus tunarungu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) penerapan program PHBS dilakukan melalui strategi pemberdayaan, bina suasana, dan advokasi; (2) dampak dari program PHBS adalah siswa menjadi sadar akan kebersihan, memantau tumbuh kembang anak, meningkatkan nilai gizi pada makanan yang dikonsumsi anak, dan meningkatkan semangat belajar pada siswa; (3) Hambatan dalam program PHBS berupa kondisi siswa dan keterbatasan sarana; (4) Upaya untuk mengatasi hambatan program PHBS adalah pembiasaan, pengawasan, dan upaya alternatif. Saran dalam penelitian ini diperuntukkan kepada (1) kepala sekolah, agar bukti fsik pelaksanaan PHBS disertai dengan dokumen tertulis dan ditindak lanjuti melalui pemantauan serta evaluasi, (2) guru, agar pengawasan dari prlaksanaan program PHBS lebih ditingkatkan dan menyeluruh. Kata kunci: Perilaku Hidup Bersih dan Sehat, Pelaksanaan Program PHBS, SLB Abstract: The Implementation of Clean and Healthy Life Behavior (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat/ PHBS) program in SLB still lags far from regular schools. There are many SLB’s who haven’t applied Clean and Healthy Life Behavior PHBS program whereas with a clean and healthy live behavior can reduce the risk of infectious diseases. The purpose of this research were to describe (1) the application of Clean and Healthy Life Behavior PHBS program, (2) the impact of Clean and Healthy Life Behavior PHBS program, (3) the obstacles of Clean and Healthy Life Behavior PHBS program, and (4) the eforts to overcome obstacles of Clean and Healthy Life Behavior PHBS programs. The approach in this research is qualitative research approach by using case study model. The research was carried out in SDLB-B YPTB Malang which is special school for hearing impairment student. The result of research indicate that (1) the application of PHBS program are done through empowerment strategy, atmosphere building, and advocacy; (2) the impact of PHBS program are students become aware of hygiene, to monitor children growth and development, improve nutritional value in food that consumed by children, and increase the students’ learning spirit; (3) the obstacles in PHBS program are student condition and limited facilities; (4) the eforts to overcome obstacles in PHBS program are habituation, control and alternative efort. Suggestions in this research are for (1) Principal should collect physical subtantiation of PHBS implementation is accompanied by written document and follow up through monitoring and evaluation, (2) Teacher should give supervision from PHBS program implementation is more enhanced and comprehensive. Keyword: Clean and Healthy Life Behavior, The Implementation of PHBS Program, SLB PHBS di sekolah merupakan sekumpulan upaya yang diterapkan warga sekolah atas dasar kesadaran untuk mencegah penyakit, mewujudkan lingkungan bersih dan sehat, dan meningkatkan kesehatan. Sekolah/ Institusi pendidikan dipilih sebagai tempat strategis dalam memberikan pengeta-huan tentang pentingnya memliliki perilaku hidup bersih dan sehat, dimana peserta didik diajarkan untuk melakukan hal sederhana (misalnya mencuci tangan menggunakan sabun) yang berdampak besar bagi kesehatan. Selain itu, anak usia sekolah terutama sekolah dasar (7-12 tahun) merupakan usia emas untuk menanamkan nilai-nilai PHBS dan mereka berpotensi untuk menjadi agen perubahan dalam mempromosikan kesehatan bagi lingkungan sekitarnya sehingga dapat menjadikan PHBS sebagai suatu kebiasaan positif yang membudaya di lingkungan masyarakat. Pelaksanaan PHBS di lingkungan sekolah dasar, tidak hanya menyasar pada siswa SD reguler saja, tetapi juga siswa berkebutuhan khusus di SDLB. Walaupun memiliki kekhususan, tetapi siswa berkebutuhan khusus juga layak untuk mendapatkan pembelajaran tentang perilaku hidup bersih dan sehat supaya mereka bisa menjaga kebersihan terutama untuk masalah kebersihan diri. Pelaksanaan PHBS di SLB masih tertinggal jauh dibandingkan dengan sekolah-sekolah reguler. Masih banyak SLB yang belum menerapkan PHBS kepada warga sekolahnya, padahal dengan melakukan PHBS dapat mengurangi resiko terkena penyakit menular misalnya gangguan saluran pernapasan (ISPA), diare, polio, dan virus infuenza. SDLB-B YPTB Malang merupakan salah satu SDLB khusus untuk tunarungu. Tunarungu adalah brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by Portal Jurnal Elektronik Universitas Negeri Malang