Original Article
184
Volume 6, Number 2, Oktober, (2022), pp. 184-192
ISSN2580-2046 (Print)| ISSN2580-2054 (Electronic)
Pusat Kajian Penelitian dan Pengembangan Bimbingan dan Konseling
DOI: 10.26539/teraputik.621050
Open Access | Url: https://journal.unindra.ac.id/index.php/teraputik/index
Hubungan Antara Konsep Diri dan Efikasi Diri dengan
Prokrastinasi Akademik di SMA Kecamatan Babat
Kabupaten Lamongan
Aldy Rahmat Rosyadi*), Najlatun Naqiyah, Retno Tri Hariastuti
Bimbingan dan Konseling Pascasarjana, Universitas Negeri Surabaya
*) Alamat korespondensi: Jl. Menganti, Kota Surabaya, 60213, Indonesia; E-mail: aldy.19003@mhs.unesa.ac.id
Article History:
Received: 08/06/2022;
Revised: 03/10/2022;
Accepted: 13/10/2022;
Published: 31/10/2022.
How to cite:
Aldy R.R., Najlatun, N., & Retno,
T.H. (2022). Hubungan antara
Konsep Diri dan Efikasi Diri
dengan Prokrastinasi Akademik
di Sekolah Menengah Atas
Kecamatan Babat Kabupaten
Lamongan. Teraputik: Jurnal
Bimbingan dan Konseling, 6(2),
pp. 184–192. DOI:
10.26539/teraputik.621050
This is an open
access article
distributed under the Creative
Commons 4.0 Attribution
License, which permits
unrestricted use, distribution,
and reproduction in any medium,
provided the original work is
properly cited. © 2022, Aldy
R.R., Najlatun, N., & Retno, T.H.
(s).
Abstract: The direction of this research is to examine the correlation of self-concept with
academic procrastination, self-efficacy with academic procrastination and self-concept and
self-efficacy with academic procrastination. This research with quantitative approach uses
product moment correlation. The subjects of this study were students at SMA Babat Lamongan
District which was carried out by giving a questionnaire instrument, so that it was then
analyzed using normality tests, hypothesis testing, and using product correlation tests. From
his research, it was obtained a significant correlation. There is a simultaneous correlation, the
independent variables are self-concept and self-efficacy with variables that support academic
procrastination with a correlation value of 1. When looking at the correlation value, it is
between 0.80 - 1000 which states that the correlation between the two is very strong. This
means that the better the self-concept and self-efficacy in students, the procrastination can
be controlled.
Keywords: Academic Procrastination, Self-Concept, Self-Efficacy.
Abstrak: Arah dari penelitian ini yaitu untuk mengkaji korelasi dari konsep diri dengan
prokrastinasi akademik, efikasi diri dengan prokrastinasi akademik serta konsep diri dan
efikasi diri dengan prokrastinasi akademik. Penelitian dengan pendekatan kuantitatif ini
menggunakan korelasi product moment. Subjek dari penelitian ini adalah para peserta didik
di SMA Kecamatan Babat Lamongan yang dimana dilakukan dengan cara memberikan
instrumen angket, sehingga kemudian di analisis menggunakan uji normalitas, uji hipotesis,
dan menggunakan uji korelasi momen produk. Dari penelitiannya diperoleh korelasi secara
signifikan, Adanya korelasi secara bersamaan, variabel bebasnya konsep diri dan efikasi diri
dengan variabel terikatnya prokrastinasi akademik dengan nilai korelasi 1. Apabila melihat
nilai korelasinya, maka berada diantara 0,80 – 1,000 yang menyatakan jika korelasi keduanya
terikat sangat kuat, berarti semakin baiknya konsep diri dan efikasi diri yang ada di diri siswa
maka prokrastinasinya pun dapat dikendalikan.
Kata Kunci: Prokrastinasi Akademik, Konsep Diri, Efikasi Diri.
Pendahuluan
Menurut Bandura (Alwisol, 2009) struktur kepribadian memposisikan setiap hal
terjadi adanya interaksi yang berpusat di sistem diri yang melihat dari segi kognitif dan
memberi acuan mekanisme serta tujuan-tujuan dari sudut pandang, menilai, dan
mengatur perilaku. Berdasarkan pengamatan yang dilakukan, beberapa problem lainnya
yang menjadi penyebab siswa menunda-nunda dalam belajar atau mengerjakan
pekerjaan rumahnya umumnya beberapa diantara mereka (siswa) sudah merasa kurang
yakin dengan kemampuan diri mereka sendiri, sehingga membuat mereka menundanya
karena nanti saat mengerjakan saat mendekati waktu pengumpulan bisa mendapatkan
ide atau bahkan negatifnya memilih untuk meniru atau mencontoh pekerjaan temannya
yang sudah selesai lebih dulu dan akibat lainnya juga belum tentu dapat mengerjakan
semua tugas yang diberikan karena waktunya sudah habis. Akan tetapi, disisi lain
beberapa siswa sudah sadar diri atau merasa paham akan kemampuannya sendiri, baik