Building of Informatics, Technology and Science (BITS)
Volume 4, No 1, Juni 2022 Page: 50−59
ISSN 2684-8910 (media cetak)
ISSN 2685-3310 (media online)
DOI 10.47065/bits.v4i1.1490
Copyright © 2022 Winda Ayu Ramadhani, Page 50
BITS is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License
Penerapan Metode Multifactor Evaluation Process (MFEP) Untuk
Menentukan Kelayakan Penerima Bantuan Pinjaman
Modal Usaha Kecil Menengah
Winda Ayu Ramadhani
1,*
, Novica Irawati
2
, Cecep Maulana
3
Sistem Informasi, Manajemen Informatika, STMIK Royal, Kisaran, Indonesia
Email:
1,*
windaayu030615@gmail.com,
2
novicairawati11@gmail.com,
3
cecep.maulana1977@gmail.com
Email Penulis Korespondensi: windaayu030615@gmail.com
Submitted: 09/04/2022; Accepted: 13/06/2022; Published: 30/06/2022
Abstrak−Dimasa Pandemi Covid-19 pemerintah membuat suatu progam bantuan modal usaha bergulir adalah salah satu rencana
progam dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Durian Kecamatan Sei Balai yang dibuat untuk mengatasi masalah ekonomi
dalam lingkup Desa Durian Kecamatan Sei Balai. Progam bantuan modal usaha bergulir ini berupa dana kredit dibuat untuk
meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat miskin dengan mengucurkan bantuan kredit modal untuk membantu masyarakat
desa dalam mengembangkan usaha yang sebelumnya terdampak Pandemi Covid-19 membuat usaha kecil seperti pembuat batu
bata, pot, tanaman hias dan petani mengalami penurunan pendapatan di desa tersebut, maka dari progam bantuan modal usaha
bergulir yang menjadi sasaran dari progam ini adalah usaha kecil menengah (UKM). Selama ini calon penerima dana di BUMDes
Durian masih ditentukan dengan diadakannya rapat oleh Kepala Desa dan penyimpanan data serta pengelolahan data calon
penerima masih menggunakan Microsoft Office Word yang tentunya membuat pihak BUMDes membutuhkan waktu yang relatif
lebih lama dalam pengambilan keputusan. Sistem lama ini kurang efektif karena tidak dapat menentukan calon penerima dana
dengan waktu singkat. Untuk itu diperlukan adanya penetapan sistem baru yang bisa digunakan untuk menentukan calon penerima
dana secara lebih mudah dan membantu pihak BUMDes dalam menetukan kelayakan calon penerima bantuan tepat sasaran. Metode
MFEP adalah teknik pendukung keputusan multi kriteria, bahwa setiap alternatif yang digunakan terdiri dari sejumlah kriteria
dengan nilai-nilai dan setiap kriteria itu sendiri memiliki bobot untuk menggambarkan seberapa penting kriteria tersebut
dibandingkan dengan kriteria-kriteria lainnya. Metode ini nantinya akan mengambil keputusan dengan beberapa kriteria yang saling
bertentangan dengan alternatif dan akan menghasilkan nilai terbesar yang akan terpilih sebagai alternatif terbaik.
Kata Kunci: Kelayakan Penerima Bantuan Pinjaman Modal Usaha Kecil Menengah; Metode MFEP; Berbasis Web
Abstract−During the Covid-19 pandemic, the government made a revolving business capital assistance program, which is one of
the program plans from the Durian Village Owned Enterprise (BUMDes) in Sei Balai District which was created to address
economic problems within the Durian Village, Sei Balai District. This revolving business capital assistance program in the form of
credit funds was created to improve the quality of life of the poor by disbursing capital credit assistance to assist rural communities
in developing businesses that were previously affected by the Covid-19 pandemic, making small businesses such as brick makers,
pots, ornamental plants and farmers experience difficulties. the decrease in income in the village, then from the revolving business
capital assistance program the targets of this program are small and medium enterprises (SMEs). So far, prospective recipients of
funds at BUMDes Durian are still determined by holding a meeting by the Village Head and data storage and data processing of
prospective recipients are still using Microsoft Office Word, which of course makes BUMDes take relatively longer time to make
decisions. This old system is less effective because it cannot determine potential recipients of funds in a short time. For this reason,
it is necessary to establish a new system that can be used to determine potential recipients of funds more easily and assist BUMDes
in determining the eligibility of prospective beneficiaries of targeted assistance. The MFEP method is a multi-criteria decision
support technique, that each alternative used consists of a number of criteria with values and each criterion itself has a weight to
describe how important these criteria are compared to other criteria. This method will later make decisions with several criteria that
conflict with the alternatives and will produce the largest value that will be selected as the best alternative.
Keyword: Eligibility of Small and Medium Enterprises Capital Loan Assistance; MFEP Method ;Web-Based
1. PENDAHULUAN
Aparat pemerintah Salah satu misi pemerintah pada saat ini yaitu untuk membangun daerah pedesaan yang dapat
dicapai melalui sebuah pemberdayaan masyarakat dengan tujuan untuk meningkatkan produktivitas dan
keanekaragaman usaha yang ada, terpenuhinya sarana dan fasilitas untuk mendukung peningkatan ekonomi desa,
membangun dan memperkuat institusi yang mendukung rantai produksi dan pemasaran, serta mengoptimalkan sumber
daya manusia sebagai dasar pertumbuhan ekonomi desa.
Salah satu indikator kemajuan pembangunan suatu daerah adalah dimana pemerintah daerah dan
masyarakatnya mampu mengelola bersama sumber daya yang ada dan membentuk kerjasama antara pemerintah
daerah dengan masyarakat untuk menciptakan suatu lapangan kerja baru untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi
dalam daerah tersebut. Pihak pemerintah bertanggung jawab dalam hal peningkatan ekonomi dan sumber daya
manusia[1]
Dimasa Pandemi Covid-19 pemerintah membuat suatu progam bantuan modal usaha bergulir adalah salah satu
rencana progam dari Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Durian Kecamatan Sei Balai yang dibuat untuk mengatasi
masalah ekonomi dalam lingkup Desa Durian Kecamatan Sei Balai. Progam bantuan modal usaha bergulir ini berupa
dana kredit dibuat untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat miskin dengan mengucurkan bantuan kredit
modal untuk membantu masyarakat desa dalam mengembangkan usaha, yang menjadi sasaran dari progam ini adalah