JIP (Jurnal Informatika Polinema) ISSN: 2614-6371 E-ISSN: 2407-070X Halaman | 307 PENGELOMPOKKAN KEPUASAN SISWA TERHADAP PEMBERLAJARAN DARING MENGGUNAKAN ALGORITMA K-MEDOIDS Akhmad Alfan Fauzi 1 , Sri Lestanti 2 , Zunita Wulansari 3 1,2,3 Teknik Informatika, Teknologi Informasi, Universitas Islam Balitar 1 alfanfauzi804@gmail.com, 2 lestanti85@gmail.com, 3 zunitawulansari@gmail.com Abstrak MTs Darussalam Kademangan merupakan salah satu sekolah yang melaksanakan pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Kebiasaan siswa mulai berubah, tidak ada lagi bersosialisasi, bersenda gurau, berdiskusi, serta bekerja kelompok sesama siswa. Selama pembelajaran daring hanya monoton menggunakan gawai dan laptop dan berdiskusi secara daring yang dilakukan secara terus-menerus. Sehingga hal tersebut menyebabkan proses pembelajaran dan pemahaman siswa terhambat, yang kemudian memunculkan ketidakpuasan terhadap proses pembelajran daring. Dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dibuat kelompok – kelompok yang merupakan kualifikasi dari hasil evaluasi pembelajaran untuk memetakan hasil penilaian proses pembelajaran dengan menggunakan algoritma K-medoids. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendeskripsikan kepuasan siswa terhadap proses pembelajaran daring di masa pandemi Covid-19. Sehingga metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kuantitatif. Mendeskripsikan hal tersebut maka digunakan teknik survei. Teknik survei adalah suatu bentuk kegiatan yang sudah menjadi kelaziman bagi masyarakat ilmiah. Dalam penelitian ini yang menjadi subjek penelitian adalahOsiswa kelas 8 dan 9 MTS Darussalam Kademangan. Objek dalam penelitian adalah mengetahui tingkat kepuasan terhadap pembelajaran Daring sebagai aktivitas proses pembelajaran sekolah bagi siswa Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat ditarik kesimpulan, Pengelompokkan kepuasan siswa dalam pembelajaran daring menggunakan algoritma K-medoids menghasilkan 5 cluster berdasarkan kepuasan siswa terhadap pembelajaran daring yaitu sangat puas, puas, cukup puas, tidak puas dan sangat tidak puas. Cluster yang terbentuk antara lain: 10 anggota berada pada cluster 0 dengan kategori sangat puas, 7 anggota berada pada cluster 1 dengan kategori puas, 17 anggota berada pada cluster 2 dengan kategori cukup puas, 67 anggota berada pada cluster 3 dengan kategori tidak puas, dan 91 anggota berada pada cluster 4 dengan kategori cukup puas. Kata kunci : k-medoids, kuantitatif, kepuasan, daring 1. Pendahuluan Pendidikan ialah suatu proses memperoleh pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan sekelompok orang yang telah diturunkan secara turun temurun melalui pendidikan, pelatihan, dan penelitian. Pendidikan sebagai suatu proses perubahan tingkah laku dari seorang anak menjadi dewasa, suatu proses yang memungkinkan individu menjadi mandiri dalam lingkungan alam tempatnya ditempatkan dan hidup sebagai anggota masyarakat. bertanggung jawab untuk mengajar. mencapai kedewasaan. Pandemi Covid-19 berdampak pada berbagai bidang termasuk bidang Pendidikan. (Purwanto et al., 2020) . Dalam rangka mencegah penyebaran covid-19 pada tanggal 17 Maret 2020 pemerintah mengeluarkan Surat Edaran Mendikbud No. 3 Tahun 2020 Tentang Pencegahan Covid-19 pada Satuan Pendidikan dan No. 36962/MPK.A/HK/2020 Tentang Pembelajaran secara Daring dan Bekerja dari Rumah dalam Rangka Pencegahan Corona Virus Disease (Covid-19). Proses pembelajaran yang semula dilakukan secara tatap muka langsung berubah menjadi daring. MTs Darussalam Kademangan merupakan sekolah yang menerapkan system pembelajaran daring ketika terjadi pandemi Covid-19. Kebiasaan siswa mulai berubah, tidak ada bersosialisasi, bersenda gurau, berdiskusi, serta bekerja kelompok sesama siswa. pembelajaran daring pada masa pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap minat belajar siswa, siswa merasa bosan karena tidak bertemu dengan teman dan gurunya secara langsung.(Hidayatullah, 2021) Selama proses pembelajaran online, menggunakan perangkat dan laptop kemudian berdebat secara online adalah hal yang monoton. Hal ini dilakukan secara terus menerus selama masa pandemi ini. Selain itu, kendala yang dihadapi selama proses pembelajaran online juga harus mempengaruhi pemahaman siswa terhadap materi yang disampaikan. Kesulitan dengan jaringan internet yang terbatas hingga terbiasa dengan media pembelajaran. (Syukron Nawawi et al., 2020) Dengan adanya pembelajaran jarak jauh yang penerapannya tidak sesuai dengan kondisi siswa serta sulit dalam menerima materi yang diajarkan, maka system pembelajaran yang menarik, aktif, dan diterima juga penting bagi siswa. Pemerintah juga pembelajaran berkelanjutan selama pandemi, misalnya dengan memberikan hibah kuota bulanan kepada siswa, guru, mahasiswa, dan fakultas. (Putri, 2020) Dengan adanya permasalahan tersebut, perlu dibentuk kelompok sebagai tingkatan hasil penilaian