Majalah Ilmiah Teknologi Elektro, Vol.22, No.1, Jan-Juni 2023 DOI: https://doi.org/10.24843/ MITE.2023.v22i01.P17 133 Gede Widi Kurniawan: Rancang Bangun Sistem Pemantauan … p-ISSN:1693 – 2951; e-ISSN: 2503-2372 . Rancang Bangun Sistem Pemantauan Panel Surya Berbasis Internet of Things Gede Widi Kurniawan 1 , I Gusti Agung Putu Raka Agung 2 , Pratolo Rahardjo 3 [Submission: 07-02-2023, Accepted: 28-02-2023] Abstract— The application of the internet of things is starting to be widely used at this time. One of the developments in internet of things technology is monitoring a system with an Android application wirelessly. This study aims to design and build a solar panel monitoring system based on the Internet of things using the NodeMCU ESP32 developer board. The design of this system can make it easier for users to monitor solar panels in real time through an android application. The test is carried out by operating a solar panel monitoring system. Data from each sensor is compared with a comparison measure to get the difference in values. The results of the INA219 sensor test get an average difference in voltage of 0.09% and an average difference in current of 4.08%. The test results for the DHT11 sensor get an average difference in temperature of 0.77% and a difference in relative humidity of 1.82%. The results of testing the BH1750 sensor get an average difference in light intensity of 39.93%. This monitoring system can operate in accordance with the design and reading of data from sensors that have been sent to Firebase so that it can be seen in the Android application. Keyword— Solar panel; Internet of Things; Android; DHT11; INA219; BH1750; ESP32. Intisari—Penerapan internet of things mulai banyak dimanfaatkan saat ini. Salah satu perkembangan teknologi internet of things adalah memantau suatu sistem dengan aplikasi android secara wireless. Penelitian ini bertujuan untuk merancang dan membangun sistem pemantauan panel surya berbasis Internet of things dengan menggunakan developer board NodeMCU ESP32. Rancangan sistem ini dapat mempermudah pengguna memantau panel surya secara realtime melalui aplikasi android. Pengujian dilakukan dengan mengoperasikan sistem pemantauan panel surya. Data dari masing-masing sensor dibandingkan dengan alat ukur pembanding untuk mendapatkan perbedaan nilai-nilainya. Hasil pengujian sensor INA219 mendapatkan selisih rata-rata tegangan 0.09% dan selisih rata- rata arus 4.08%.. Hasil pengujian sensor DHT11 mendapatkan selisih rata-rata suhu 0.77% dan selisih kelembapan relatif 1.82%. Hasil pengujian sensor BH1750 mendapatkan selisih rata-rata intensitas cahaya 39.93%. Sistem pemantauan ini sudah dapat beroperasi sesuai dengan rancangan dan pembacaan data dari sensor-sensor sudah terkirim menuju Firebase sehingga bisa dilihat pada aplikasi android. Kata Kunci— Panel Surya; Internet of Things; Android; DHT11; INA219; BH1750; ESP32. I. PENDAHULUAN Energi listrik adalah salah satu energi yang paling sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hampir seluruh sektor kehidupan manusia membutuhkan energi listrik. Saat ini sumber pembangkit listrik di Indonesia sebagian besar masih menggunakan pembangkit listrik batu bara sebagai bahan bakar pembangkit. Penggunaan energi bersih atau green energy sedang dimaksimalkan untuk mengurangi emisi gas sisa hasil pembakaran batu bara. Salah satu sumber energi bersih adalah panel surya atau fotovoltaik[1]. Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) adalah teknologi untuk mengubah tenaga cahaya matahari menjadi tenaga listrik. RUEN 2017 menyatakan potensi listrik surya di Indonesia diperkirakan sebesar 207,89 GW dan telah ditetapkan bahwa target kapasitas PLTS nasional pada tahun 2025 adalah sebesar 6,5 GW dan terus meningkat menjadi 45 GW pada tahun 2050[2]. Energi surya yang dapat dimanfaatkan untuk semua wilayah daratan Indonesia dengan luas 2 juta km2 yaitu sebesar 4,8 kWh/m2 dalam setiap satu hari, setara dengan 112.000 GWp yang didistribusikan[3]. Suatu protokol yang dapat digunakan untuk berbagi data dan kontrol sistem secara wireless melalui media internet tanpa campur tangan manusia secara otomatis disebut dengan Internet of Things. Perantara untuk dapat mengirim dan menerima data yang akan diproses menggunakan aplikasi yang telah ditentukan juga dapat disebut sebagai pengertian IoT[4]. Pemanfaatan internet of things mulai banyak dimanfaatkan saat ini terutama untuk tujuan sistem pemantauan[5] - [7] . Tujuan penelitian ini adalah memudahkan pemantauan panel surya menggunakan protokol internet of things sehingga panel surya dapat dipantau dari jarak jauh secara wireless yang tentu saja memudahkan pengguna memantau tanpa harus mengunjungi lokasi instalasi panel surya. Penelitian serupa yang dilakukan sebelumnya menggunakan aplikasi Blink dan Thingspeak yang memiliki pembatasan fitur dan biaya langganan untuk dapat digunakan [8] – [10]. Sensor dari penelitian sebelumnya menggunakan sensor ACS 712 yang memiliki rata-rata eror sebesar 10.08% untuk pengukuran arus[11]. Penggunaan mikrokontroler dari penelitian sebelumnya kurang efisien karena menggunakan dua buah buah mikrokontroler. Satu digunakan sebagai akuisisi data dari sensor dan mikrokontroler lainnya digunakan untuk mengirim data menuju internet[12] – [14]. Maka dari itu penelitian ini bertujuan untuk membangun sistem pemantauan dengan nilai eror lebih kecil dari penelitian sebelumnya menggunakan aplikasi android yang dibuat sendiri dan menggunakan satu 1, 2, 3 Program Studi, Teknik Elektro Fakultas Teknik Universitas Udayana, Jl. Kampus Bukit Jimbaran 80361 INDONESIA (e-mail: gedewidikurniawan@student.unud.ac.id, rakaaagung@unud.ac.id, pratolo@unud.ac.id)