Jurnal Khazanah Volume 13 No. 2, November 2021 E-ISSN 2745-8733 P-ISSN 1979-519X 61 https://journal.uii.ac.id/khazanah Khazanah: Jurnal Mahasiswa TERAPAN TERAPI SABAR UNTUK MENGATASI STRESAKADEMIK DI KALANGAN REMAJA PADA MASA PANDEMI Salsabila Sajida Nufus 1 , Faza Azzahra Paramesti 2 , Nova Geofanny 3 , Adisty FriscaRamadhani 4 , Siyoba Sabillah Utami 5 , Hazhira Qudsyi 6 1 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 2 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 3 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 4 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 5 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia 6 Program Studi Psikologi, Fakultas Psikologi dan Ilmu Sosial Budaya, Universitas Islam Indonesia Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Indonesia ABSTRAK Memasuki tahun kedua pandemi Covid-19 menyebabkan para remaja mengalami stres akademik. Stres akademik merupakan suatu gangguan yang penyebabnya merupakan tekanan dari kegiatan belajar. Penelitian ini diambil dengan menggunakan studi literatur dengan objek remaja. Stres akademik yang dialami remaja dapat diatasi dengan terapi sabar. Kata kunci: stres akademik, terapi sabar, remaja ABSTRACT Entering the second year of the Covid-19 pandemic, adolescents are experiencing academic stress. Academic stress is a disorder whose cause is pressure from learning activities. This research was taken by using a literature study with adolescents as the object. Academic stress experienced by adolescents can be overcome with patient therapy. Keywords: academic stress, Sabr’ therapy, adolescents 1. PENDAHULUAN Memasuki tahun kedua bersarangnya Covid-19 di Indonesia menyebabkan semua sektor masihmengalami kemacetan progres terutama sektor pendidikan. Pandemi Covid-19 hingga sekarang masih memaksa para pelajar untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh atau daring. Meskipun dilaksanakan di rumah, tetapi nyatanya masih banyak dari pelajarkhususnya remaja yang merasa kurang cocok dengan sistem pembelajaran yang ada. Beberapa pelajar merasa lelah, jenuh, dan tidak nyaman dengan sistem tersebut hingga yang paling parah mengalami berbagai masalah psikologis salah satunya stres akademik. Hal tersebut diperkuat oleh pengambilan data yang dilakukan oleh Ikatan Psikologi Klinis (IPK), Dr Indria L. Gamayanti M. Siyang menuturkan “Hambatan belajarmenjadi masalah psikologis yang paling banyak dihadapi remaja pada saat ini di mana tercatat sebanyak 27,2%” . Selain itu, Komisi Perlindungan Anak (KPAI) juga turut melakukan survei di 20 provinsi dan 54 kabupaten kota di Indonesia dengan hasil sebanyak 79,9% remaja merasa tidak senang dengan pembelajaran daring, hal ini disebabkan oleh faktor tidak adanya interaksi antara pengajar dan teman selama pembelajaran berlangsung. Pihak KPAI juga turut melakukan survei terkait tugas selama masa pembelajaran daring dan hasilnya mayoritas sebanyak 73,2% merasa berat dengan tugas-tugas yang diberikan. Sebanyak 77% juga remajamengaku mengerjakan tugas yang menumpuk dengan durasi waktu yang lama membuat mereka merasa kelelahan dan kekurangan waktu untuk beristirahat. Di samping masalah terkait tugas yang menumpuk, 42,2% remaja juga mengeluhkan fasilitas yang tidak memadai, sulitnya jaringan internet, dan kuota yang tidak tercukupi (1) .