Jurnal Perikanan Tropis Available online at: Volume 9, Nomor 2, 2022 http://jurnal.utu.ac.id/jptropis ISSN: 2355-5564, E-ISSN: 2355-5572 139 KELANGSUNGAN HIDUP DAN PERTUMBUHAN IKAN PATIN (Pangasius djambal) YANG DIPELIHARA PADA SISTEM BUDIKDAMBER DENGAN PADAT TEBAR BERBEDA THE SURVIVAL RATE AND GROWTH OF SILVER CATFISH (Pangasius djambal) CULTURED IN THE “BUDIKDAMBER” SYSTEM WITH DIFFERENT STOCK DENSITIES Dini Islama 1* , Riski Kurniawan 1 , Mahendra 1 , Fitria Rahmayanti 1 , Fazril Saputra 1 , Mai Suriani 3 1 Program Studi Akuakultur, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar 2 Program Studi Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Teuku Umar *Korespondensi : diniislama@utu.ac.id Abstract This study aimed to examine the effect of application of different stocking densities in budikdamber system on the survival rate and growth of silver catfish (Pangasius djambal). The non-factorial Complete Randomized Design (RAL) used in this study consisted of four treatments and three tests. The treatments studied were the application of a stocking density of 5 fishes/container (P1), 10 fishes/container (P2), 15 fishes/container (P3), and 20 fishes/container (P4). The silver catfish used in this study was 6-8 cm in size. The maintenance period of silver catfish in this study was in 40 days. The research parameters that measured in this study were survival rate, absolute weight growth, absolute length growth, specific growth rate and water quality. The results of analysis of variance (ANOVA) showed that different stocking densities on rearing media with the “Budikdamber” system had no significant effect for survival rate, absolute weight growth and specific growth rate of silver catfish (Pangasius djambal), but had a significant effect on absolute length of silver catfish (Pangasius djambal). The best stocking density to increase the absolute length growth of silver catfish is 15 fishes / container (P3) in number 7.36 cm. Keywords: Budikdamber, Growth, Pangasius djambal, Stocking Densities, Survival Rate I. Pendahuluan Ikan patin (Pangasius djambal) termasuk spesies ikan budidaya perairan tawar yang sangat familiar di Indonesia dan bernilai ekonomis. Ikan patin mempunyai potensi pasar yang bagus baik di pasar domestik (Sumatera, Jawa dan Kalimantan) maupun di pasar ekspor seperti Uni Eropa dan Amerika (Darmawan et al., 2016; Islama et al., 2019). Dalam kurun waktu tahun 2014 sampai 2017 tercatat konsumsi ikan patin mencapai 21,9 % untuk permintaan pasar domestik, dengan rincian konsumsi produk ikan segar sebesar 76 % dan produk ikan diawetkan sebesar 15 %. Permintaan pasar ekspor terhadap ikan patin juga tinggi, dimana impor patin ke Amerika Latin mengalami kenaikan hingga 12,3 % (Kementerian Kelautan dan Perikanan, 2018). Kesadaran masyarakat akan pentingnya gizi protein menyebabkan meningkatnya konsumsi terhadap ikan patin karena kandungan nutrisinya tinggi. Kadar protein pada daging ikan patin berbeda-beda tergantung jenisnya, diantaranya 13,3 % pada patin djambal, 14,87 % pada patin siam, 12,4 % pada patin pasupati dan 15,07 % pada patin nasutus (Suryaningrum et al., 2010).