Communnity Development Journal Vol.3, No.2 Juni 2022, Hal.982-986 P-ISSN 2721-4990 | E-ISSN 2721-5008 982 OPTIMALISASI CREATIVEPRENEURSHIP UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BERWIRAUSAHA Tuti Istianti 1 , Muh. Husen Arifin 2 , Tin Rustini 3 , Yona Wahyuningsih 4 1) PGPAUD Kampus Cibiru, Universitas Pendidikan Indonesia 2,3,4) PGSD Kampus Cibiru, Universitas Pendidikan Indonesia e-mail: tutiistianti@upi.edu, muhusenarifin@upi.edu, tinrustini@upi.edu, yonawahyuningsih@upi.edu Abstrak Creativepreneurship menjadi peluang bagi mahasiswa untuk meningkatkan motivasi berwirausahanya. Kewirausahaan kreatif merupakan inovasi yang dapat dimanfaatkan bersamaan pada masa perkuliahan. Namun keluhan atas tak tersedianya waktu belajar berwirausaha karena banyaknya aktivitas menyebabkan hilangnya motivasi mahasiswa untuk berwirausaha. Metode pengabdian ini berbasis tindakan, melalui pelatihan, pembinaan, dan diseminasi. Hasil dari pengabdian ini mahasiswa dapat mengoptimalkan diri untuk mengikuti pelatihan creativepreneurship berbasis project. Mahasiswa dapat meningkatkan motivasi berwirausaha dengan mengikuti pelbagai banyak kegiatan kewirausahaan dan aktif berwirausaha di marketplace dengan kreatif. Kata kunci: Creativepreneurship, Motivasi, Wirausaha Abstract Creativepreneurship is an opportunity for students to increase their entrepreneurial motivation. Creative entrepreneurship is an innovation that can be used simultaneously during lectures. However, complaints about the unavailability of entrepreneurship learning time because of the many activities caused the loss of student motivation for entrepreneurship. This method of service is action-based, through training, coaching, and dissemination. The result of this service is that students can optimize themselves to take part in project-based creativepreneurship training. Students can increase their entrepreneurial motivation by participating in various entrepreneurial activities and being active in entrepreneurship in the marketplace creatively. Keywords: Creativepreneurship, Motivation, Entrepreneur PENDAHULUAN Bonus demografi tahun 2030 menjadi satu lompatan luar biasa bagi masyarakat dengan usia produktif terbesar di Indonesia. Lahirnya masyarakat di usia produktif ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan banyaknya peluang pengusaha-pengusaha baru di Indonesia. Sebaliknya jika masyarakat di usia produktif tersebut tidak mampu mengoptimalkan peluangnya maka menjadi boomerang, tidak tercapai dan ujung-ujungnya melahirkan pengangguran terdidik. Banyaknya pengangguran terdidik ini terjadi pada tahun 2020, menurut Badan Pusat Statistik (2020) sejumlah 5,7 persen pada level universitas, dan 6,76 persen pada level Diploma I/II/III. Sebaran pengangguran terbuka dari pendidikan tinggi menjadi satu keprihatinan. Lulusan belum banyak yang mampu diserap di bursa tenaga kerja. Kemungkinan lain yaitu lapangan pekerjaan memiliki kriteria kepada calon pelamar untuk menghasilkan lulusan yang berdampak signifikan. Sementara itu mahasiswa berpotensi untuk berwirausaha dengan cepat. Namun juga banyak faktor yang dapat mempengaruhi motivasi berwirausaha mahasiswa, di antaranya adalah kemampuan mahasiswa beradaptasi dengan kondisi perubahan lingkungan, baik internal maupun eksternal (Aradea, 2018). Maka melalui analisis situasi ini mahasiswa harus berkonsentrasi dan merenung kembali untuk menjadi pengusaha paling kompeten dan mampu menjadi mahasiswa yang berwirausaha dengan maksimal. Saat ini banyak lulusan dari perguruan tinggi yang menjadi pengangguran dikarenakan belum adanya kemandirian dari lulusan tersebut untuk membuka lapangan pekerjaan (Putri, 2017). Lulusan yang mandiri berkorelasi dengan aktivitasnya selama menjadi mahasiswa. Disebutkan oleh Fahlia & Mulyani (2018) menyatakan secara realitas ada tiga pilihan yang kemungkinan akan dialami lulusan perguruan tinggi setelah menyelesaikan studinya. Pertama, menjadi pegawai negeri atau karyawan perusahaan swasta. Kedua, kemungkinan menjadi