PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat Volume 8, Issue 3, Pages 439447 May 2023 e-ISSN: 2654-4385 p-ISSN: 2502-6828 https://journal.umpr.ac.id/index.php/pengabdianmu/article/view/3970 DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i3.3970 How to cite: Nion, Y. A., Husnatarina, F., Cristia, N., & Hulu, Y. (2023). Pemberdayaan Lahan dan Potensi Pertanian di Desa Batuah, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 8(3), 439- 447. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i3.3970 Pemberdayaan Lahan dan Potensi Pertanian di Desa Batuah, Kecamatan Basarang, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah Land Empowerment and Agricultural Potential in Batuah Village, Basarang District, Kapuas Regency, Central Kalimantan Yanetri Asi Nion 1* Fitria Husnatarina 2 Nesa Christia 1 Yarni Hulu 1 1 Department of Agrotechnology, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Central Kalimantan, Indonesia 2 Department of Accountancy, Universitas Palangka Raya, Palangka Raya, Central Kalimantan, Indonesia email: yanetriasinion@agr.upr.ac.id Kata Kunci Basarang Desa Batuah Lahan Pemberdayaan Pertanian Potensi Rimbang Dayak Keywords: Basarang Batuah Village Land Empowerment Agricutlure Potency Solanum lasiocarpum Received: March 2023 Accepted: April 2023 Published: May 2023 Abstrak Sejak 2021 Desa Batuah termasuk dalam program food estate sehingga sudah banyak dibuka lahan sawah. Kendala yang dihadapi masyarakat adalah sering terjadi lahan banjir di daerah penanaman, pH tanah masam, sering ada gangguan organisme pengganggu tanaman sehingga menurunkan produksi pertanian. Tujuan pengabdian masyarakat adalah masyarakat dan mahasiswa KKN Kebangsaan yang mengabdi di Desa Batuah mampu menjelaskan tentang pemberdayaan lahan dan potensi pertanian Desa, serta terampil menerapkan pemberdayaan lahan, mengatasi masalah serangan organisme pengganggu tanaman dan mengenal potensi pertanian di desa dan kemudian memaksimalkan potensinya. Pemberdayaan lahan pertanian di Desa Batuah perlu memperhatikan kunci sukses pengelolaan lahan rawa pasang surut untuk usaha pertanian berkelanjutan yaitu Pengelolaan air, Penataan lahan, Pemilihan komoditas adaptif dan prospektif, serta Penerapan teknologi budidaya yang sesuai dengan Desa Batuah. Masih sedikit petani (10%) yang melakukan penerapan teknologi untuk mengatasi masalah pertanian di Desa Batuah. Masyarakat mengenal potensi unggulan Desa Batuah yang tumbuh subur dan melimpah adalah rimbang Dayak (terong asam), seledri dan bambu akan tetapi belum dimaksimalkan potensinya. Rimbang masih belum banyak dimanfaatkan sebagai makanan olahan dan kebanyakan hanya dimanfaatkan sebagai sayuran bagi masyarakat. Tim KKN kebangsaan berhasil memaksimalkan potensi rimbang dengan cara mengolah rimbang menjadi sirup dan selai sehingga dapat menambah pendapatan masyarakat desa Batuah. Abstract Since 2021, the government has been developing a food estate program at the Desa Batuah, clearing many hectares of rice fields. The problems faced by the community are frequent flooding in the planting area, low pH, and attack of the plant by pests, disease, and weeds that reduce agricultural production. The purpose of community service in this activity is the Batuah Village community and Real Work Lecture- Nationality students who at that time served in Batuah Village were able to explain land empowerment and village agricultural potential and were skilled in carrying out land empowerment, overcoming the problem of nuisance organisms plants and recognize the agricultural potential in the village and then maximize its potential. Empowerment of agricultural land in Batuah Village needs to pay attention to the keys to successful management of tidal swamp land for sustainable agriculture, such as Water Management, Land arrangement, Adaptive and prospective commodity selection, and application of suitable cultivation technology. Few farmers (10%) still need to apply technology to overcome agricultural problems in Batuah Village. The community recognizes the superior potential plant of Batuah Village, such as rimbang Dayak (hairy-fruited eggplant, Solanum lasiocarpum), celery, and bamboo, but this potential has yet to be maximized. Rimbang still needs to be widely used as processed food and mostly only as vegetables for the community. The team and Real Work Lecture-Nationality students succeeded in maximizing the potential of rimbang by processing rimbang into syrup and jam to increase the economic income of the Batuah village community. © 2023 Yanetri Asi Nion, Fitria Husnatarina, Nesa Cristia, Yarni Hulu. Published by Institute for Research and Community Services Universitas Muhammadiyah Palangkaraya. This is Open Access article under the CC-BY- SA License (http://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/). DOI: https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v8i3.3970