Jurnal Pendidikan dan Pengabdian Masyarakat (e-ISSN. 2614-7939) Vol. 4 No. 2, Mei 2021 (p-ISSN. 2614-7947) 185 UPAYA MENUMBUHKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA MELALUI STRATEGI MIND MAPPING DAN MEDIA TEROPONG Siti Anisatur Rofiqah, Dwi Andriani*, Effendi, Eka Agustina Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, STKIP Nurul Huda *Email: dwiandriani@stkipnurulhuda.ac.id Abstrak - Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini ialah untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa SMK Piri OKU Selatan melalui kegiatan workshop strategi belajar mind map dan simulasi penggunaan teropong agar lebih terpacu semangat belajar mereka . Workshop diselenggarakan melalui tiga tahapan, yaitu (1) penyampaian materi mind map; (2) simulasi penggunaan teropong; (3) pemberian motivasi kepada siswa siswa. Hasilnya pada tahapan penyampaian materi para siswa diajarkan trik sukses belajar melalui mind mapping dan mempraktekkan membuat mapping sendiri, juga mengenai simulasi teropong mereka diajari cara merakit dan menggunakan teropong secara langsung dan terakhir mereka diberikan gambaran dan motivasi bagaimana langkah selanjutnya agar sukses belajar dan rencana setelah lulus sekolah, “apakah menikah, kerja atau kuliah” karena objek kegiatan kelas 12 SMK. Kata kunci: mind map, teropong, motivasi belajar LATAR BELAKANG Menurut Buchori dalam Trianto (2007), pendidikan yang baik adalah pendidikan yang tidak hanya mempersiapkan para siswanya untuk suatu profesi atau jabatan, tetapi untuk menyelesaikan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan sehari-hari. Untuk mewujudkan tujuan pendidikan tersebut, di sekolah perlu dilaksanakan pembelajaran yang komprehensif, mulai dari pendidikan agama, pendidikan moral, pendidikan estetika, serta ilmu pengetahuan dan teknologi. Salah satu masalah pokok dalam pembelajaran pada pendidikan formal (sekolah) adalah rendahnya daya serap peserta didik dalam pembelajaran. Dalam arti substansial, proses pembelajaran hingga saat ini masih terdominasi guru dan kurang memberikan akses bagi peserta didik untuk berkembang secara mandiri melalui penemuan dan proses berpikirnya. Untuk mengatasi masalah tersebut di atas, diperlukan suatu media pembelajaran yang dapat meningkatkan aktivitas siswa dan meningkatkan hasil belajar siswa. Dalam penggunaan media belajar, seringkali apabila mendengar kata media belajar, pikiran kita langsung tertuju kepada media pembelajaran canggih seperti Powerpoint, Flash, Mobile Learning, dan lain sebagainya yang menggunakan teknologi modern. Namun ternyata hal tersebut masih didominasi oleh satuan pendidikan yang berada di daerah maju dengan infrastruktur yang mendukung jalannya aktivitas pembelajaran dengan media canggih. Keterbatasan media dan fasilitas pendukung pelaksanaan media tersebut masih belum dapat dipenuhi oleh sebagian besar satuan pendidikan di daerah yang terletak di daerah pedesaan. Daerah yang terletak di pedesaan, cenderung belum terjamah oleh teknologi semacam itu sehingga masih diperlukan media yang dapat diaplikasikan dalam pembelajaran konvensional yang dilaksanakan di daerah tersebut dengan perlengkapan yang terbilang seadanya sesuai dengan kemampuan satuan pendidikan dan peserta didik. Hal inilah kemudian yang membuat peserta didik kurang termotivasi dalam belajar, terlebih pada mata pelajaran yang dianggap menjadi momok seperti mata pelajaran fisika dan terkadang bahasa Inggris. SMK Piri, merupakan satuan pendidikan yang terletak di Kecamatan Simpang, Kabupaten Ogan Komering Ulu Selatan, salah satu kabupaten di ujung Propinsi Sumatera