Edu Consilium: Jurnal BK Pendidikan Islam
Vol 2, No. 1, Februari 2021, hlm. 1 - 11
ISSN 2503-3417 (online)
ISSN 2548-4311 (cetak)
KONSELING INDIGENOUS: KAJIAN PADA KEPATUHAN
MASYARAKAT TERHADAP PROTOKOL KESEHATAN
Moh. Ziyadul Haq Annajih
1*
, Diana Vidya Fakhriyani
2
, Ishlakhatus Sa’idah
3.
1
Bimbingan Penyuluhan Islam, STAI Miftahul Ulum Pamekasan
2
Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Madura
3
Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam, Fakultas Tarbiyah, IAIN Madura
* e-mail: najihas@gmail.com
PENDAHULUAN
Satu tahun berlalu Pandemi melanda bangsa ini, tepatnya pada awal tahun 2020
Corona virus jenis baru (SARS-CoV-2) atau disebut juga Corona Virus Disease (Covid-19)
yang berasal dari Wuhan, Tiongkok ini masuk ke Indonesia. Pemerintah Indonesia
berdasarkan Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 11 Tahun 2020 tentang Penetapan
Abstract
Keywords:
Counselling;
Indigenous;
Covid-19.
One year after the pandemic hit this nation, all efforts have been made by the government
to break the chain of spreading this virus, such as the imposition of PSBB (large-scale
social restrictions) in certain areas. However, these efforts to date have not been able to
produce sweet results. The problem is that most people are ignorant and neglect to pay
attention to and comply with health protocols, such as wearing masks, maintaining
distance, and washing hands. Therefore, we need an alternative solution to solving these
problems, namely through the local cultural approach (indigenous). Indigenous
counseling is believed to be able to construct people's views to view the realities and
problems of life based on their beliefs and culture so that they can make people aware of
compliance with health protocols and the dangers of Covid-19.
Abstrak:
Kata Kunci:
Konseling;
Indigenous;
Covid-19.
Satu tahun berlalu Pandemi melanda bangsa ini, ini segala upaya telah dilakukan oleh
pemerintah untuk memutus mata rantai penyebaran virus ini, seperti pemberlakuan PSBB
(pembatasan sosial berskala besar) pada daerah-daerah tertentu. Namun, upaya-upaya
tersebut sampai saat ini belum mampu membuahkan hasil manis. Permasalahannya adalah
sebagian besar masyarakat acuh dan lalai memperhatikan dan mematuhi protokol
kesehatan, seperti menggunakan masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan. Karenanya,
diperlukan sebuah solusi alternatif pemecahan permasalahan tersebut, yaitu melalui
pendekatan budaya lokal (indigenous). Konseling indigenous diyakini dapat
mengkonstruk pandangan masyarakat untuk memandang realitas dan permasalahan
kehidupan berdasarkan keyakinan dan budayanya sehingga mampu menyadarkan
masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan dan bahaya Covid-19.
©Edu Consilium: Jurnal BK Pendidikan Islam
Bimbingan dan Konseling Pendidikan Islam
Institut Agama Islam Negeri Madura, Indonesia