Jurnal Matriks Teknik Sipil DOI: https://doi.org/10.20961/mateksi.v10i2 ISSN: 2354-8630 E-ISSN: 2723-4223 Vol. 10, No. 2 (2022): Juni e-Jurnal MATRIKS TEKNIK SIPIL/Juni 2022/129 Submitted : Februari 2022 Reviewed : Februari 2022 Accepted : Maret 2022 KAJIAN VALUE ENGINEERING PADA PROYEK PEMBANGUNAN GEDUNG (STUDI KASUS: PROYEK TRANSIT ORIENTED DEVELOPMENT PONDOK CINA) Fajar Sri Handayani, Muji Rifa’i, Queen Bilkis Claudya Fakultas Teknik, Program Studi Teknik Sipil, Universitas Sebelas Maret Jl. Ir. Sutami 36A, Kentingan Surakarta 57126; Telp 0271-634524 * Email: fajarsri@staff.uns.ac.id Abstract Value engineering is a systematic approach method in analyzing system functions so as to achieve essential functions at an efficient cost without compromising the quality, time, and safety required. The method used is a case study in the Pondok China Transit Oriented Development (TOD) Project. Value engineering is intended to determine architectural work items that can be analyzed further, alternative materials in architectural work, the cost savings obtained, and the comparison of planned costs with costs when analyzed by value engineering. The data used in this study consisted of primary data, namely the budget plan and secondary data in the form of a list of basic unit prices for materials, equipment, labor wages, equipment specification data, material data, questionnaire results, and literature that supports the research. The stages carried out in this method consist of the information stage, the analysis stage, the creative stage, the evaluation stage, the development stage, and the presentation stage. Value engineering analysis uses paired comparison method. From the results of the value engineering analysis obtained 2 work items from 3 work items that can be saved. The total savings is Rp. 2,689,036,541 or 3% of the total cost of architectural work of Rp. 89,869,880,200. Keywords: architectural work, paired comparison, value engineering Abstrak Value engineering merupakan metode pendekatan sistematis dalam menganalisis fungsi sistem sehingga mencapai fungsi esensial dengan biaya yang efisien tanpa mengesampingkan mutu, waktu, serta keselamatan yang diperlukan. Metode yang digunakan adalah studi kasus di Proyek Transit Oriented Development (TOD) Pondok Cina. Value engineering ditujukan untuk mengetahui item pekerjaan arsitektur yang dapat dianalisis lebih lanjut, alternatif material pada pekerjaan arsitektur, besar peghematan biaya yang didapatkan, dan perbandingan biaya yang sudah direncanakan dengan biaya saat sudah dianalisis dengan value engineering. Data yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari data primer yaitu Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan data sekunder berupa daftar harga satuan dasar bahan, peralatan, upah tenaga kerja, data spesifikasi alat, data bahan material, hasil kuesioner, dan literatur yang mendukung penelitian. Tahapan yang dilakukan dalam metode ini terdiri dari tahap informasi, tahap analisis, tahap kreatif, tahap evaluasi, tahap pengembangan, dan tahap presentasi. Analisis value engineering menggunakan metode paired comparison. Dari hasil analisis value engineering didapatkan 2 item pekerjaan dari 3 item pekerjaan yang dapat dilakukan penghematan. Total penghematan adalah sebesar Rp. 2.689.036.541 atau 3% dari total biaya pekerjaan arsitektur sebesar Rp. 89.869.880.200. Kata Kunci : paired comparison, pekerjaan arsitektur, value engineering PENDAHULUAN Dalam mencapai hasil proyek konstruksi yang berkualitas, ada berbagai aspek yang perlu diperhatikan. Definisi keberhasilan proyek adalah hasil yang lebih daripada yang diharapkan atau keadaan yang dipandang normal pada hal-hal yang berhubungan dengan biaya, waktu dan kualitas, keselamatan serta kepuasan lain yang menyertainya (Ashley et.al, 1987). Dari definisi tersebut, biaya merupakan salah satu aspek penting dan perlu pengendalian agar biaya yang dikeluarkan dapat lebih efisien, namun waktu, mutu dan keselamatan di proyek tetap optimal. Di lain sisi, permasalahan mengenai biaya pada proyek sering terjadi akibat banyak faktor. Salah satunya adalah adanya perubahan desain bangunan konstruksi. Perubahan desain menyebabkan adanya perubahan spesifikasi, vol- ume, sumber daya yang digunakan, dan tentunya mempengaruhi konsep perhitungan mengenai pekerjaan yang ada di proyek, sehingga perlu adanya perubahan pada rincian anggaran biaya (RAB). Permasalahan terkait biaya proyek dapat diefisiensikan menggunakan metode value engineering (VE) yang menerapkan pendekatan sistematis dalam menganalisis fungsi sistem sehingga mencapai fungsi esensial dengan biaya yang efisien tanpa mengesampingkan mutu, waktu, serta keselamatan yang diperlukan. Penelitian ini memiliki kesamaan topik analisis value engineering yang diteliti oleh Sutrisno dan Priyo (2013), Dundu dan Sibi (2016), Bertolini et al (2016), Iswati et al (2017), Kartohardjono dan Nuridin (2017), Arumsari dan Tanachi