147 KOMUNIKASI ANTAR BUDAYA ETNIS TIONGHOA DAN PENDUDUK MUSLIM DI BANTEN (Studi Fenomenologi Etnis Tionghoa dan Penduduk Muslim di Pantai Tanjung Kait Tangerang, Banten) Faisal Tomi Saputra Muhiroh Email : ftsaputra@unis.ac.id Program Studi Ilmu Komunikasi, Universitas Islam Syekh-Yusuf Tangerang. ABSTRAK Indonesia memiliki kebudayaan yang beraneka ragam. Interaksi masyarakat yang saling menghormati dan menghargai perbedaan menjadi kekuatan masyarakat Indonesia. Penelitian ini membahas tentang pola interaksi komunikasi antarbudaya etnis Tionghoa dengan pendudukmuslim yang tinggal di kawasan Pantai Tanjung Kait Tangerang, dan mengetahui apa saja hal-hal yang terkonstruksi dalam komunikasi antarbudaya tersebut dalam konstruksi realitas sosial yang terjadi secara terus-menerus, dan bagaimana persepsi masing-masing kelompok umat beragama serta penilaian yang berbeda terhadap suku lain. Metode penelitian yang digunakan metode kualitatif. Informan dalam penelitian terdiri diwakili oleh masing-masing 3 informan dari masyarakat yang beretnis Tionghoa dan penduduk muslim. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa komunikasi antarbudaya etnis Tionghoa dengan penduduk muslim di kawasan Pantai Tanjung Kait Tangerang cukup kompleks. Terlihat dari kehidupan bermasyarakat umat beragama yang hidup berdampingan sejak dahulu, sehingga muncul sikap toleransi, partisipasi dan saling menjaga satu sama lain dalam berbagai kegiatan seperti kegiatan agama, budaya, sosial dan ekonomi. Kata Kunci : Komunikasi Antar Budaya, Etnis Tionghoa, Suku Jawa ABSTRACT Indonesia has cultural diversity. The Interaction of a community who are respecting each other and celebrate diversity strengthen the Indoensian people. This research is to find out how intercultural communication between Chinese ethnic and Muslim residents in the Tanjung Kait Beach area of Tangerang, and to find out what are the things constructed in intercultural communication in the construction of social reality that is happening continuously, and to find out how each perception is different religious groups and judgments about other tribes according to how they feel. The research method used is qualitative. The informants in this study amounted to 6 people, consisting of 3 Chinese communities and 3 Muslim communities. Data collection techniques are done through observation, interviews, and documentation. The results of this study indicate that the communication between Chinese ethnic and Muslim populations in the Tanjung Kait Beach area of Tangerang is quite complex. Seen from the social life of religious communities who have lived side by side in the region so that there is tolerance, participation and mutual care for one another in various activities such as religious, cultural, social and economic activities. Not infrequently in a communication made by the two religious communities of different cultures also experience obstacles in communication. Keywords: Intercultural Communication, Chinese Ethnic, Muslim Population