Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ---------------------- Volume 12 Nomor Khusus, Januari 2021 p-ISSN 2086-3098 e-ISSN 2502-7778 Peringatan 10 Tahun Suara Forikes 203 Jurnal Penelitian Kesehatan Suara Forikes ------ http://forikes-ejournal.com/index.php/SF DOI: http://dx.doi.org/10.33846/sf12nk138 Gambaran Kejadian Kematian Ibu di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah Tahun 2016-2018 Nimas Puspitasari Magister Epidemiologi Sekolah Pascasarjana Universitas Diponegoro; nimaspuspitasari96@gmail.com (koresponden) Mateus Sakundarno Adi Bagian Epidemiologi Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Diponegoro; adisakundarno@yahoo.com ABSTRACT Grobogan District is the biggest contributor to maternal mortality cases in Central Java. Maternal Mortality Rate in Grobogan District increased again in 2018 by 152.5 per 100,000 live births. The purpose of this research is to analyze the description of the incidence of maternal mortality in Grobogan District in 2016-2018. This research was a descriptive study using secondary data of Maternal Verbal Autopsy (OVM) on maternal mortality at the Grobogan District Health Office from 2016-2018. The results of this study indicated that the majority of maternal mortality occurred at the age of 20-35 years (77.9%), mothers with primary education (42.9%), during childbirth (66.2%), hypertension (39.0%), death unknown (40.3%), hospital (85.7%). The results of this study are expected to be used as material in determining the direction of maternal health program policies in Grobogan District. Suggestions in this study are the need for early recognition of the pregnancy period, and the puerperium and increase alertness to pregnancy complications. Keywords: maternal mortality; Grobogan District ABSTRAK Kabupaten Grobogan merupakan penyumbang terbesar kasus kematian ibu di Jawa Tengah. Angka Kematian Ibu di Kabupaten Grobogan kembali meningkat di tahun 2018 sebesar 152,5 per 100.000 kelahiran hidup. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis gambaran kejadian kematian ibu di Kabupaten Grobogan tahun 2016-2018. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif yang menggunakan data sekunder Otopsi Verbal Maternal (OVM) kematian ibu yang ada di Dinas Kesehatan Kabupaten Grobogan dari tahun 2016-2018. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa mayoritas kematian ibu terjadi pada usia 20-35 tahun (77,9%), ibu berpendidikan SD (42,9%), saat nifas (66,2%), hipertensi (39,0%), waktu kematian tidak diketahui (40,3%), Rumah Sakit (85,7%). Hasil penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan dalam penentuan arah kebijakan program kesehatan maternal di kabupaten Grobogan. Saran dalam penelitian ini adalah perlunya pengenalan secara dini mengenai masa kehamilan, dan masa nifas serta meningkatkan kewaspadaan terhadap komplikasi kehamilan. Kata kunci: kematian ibu; Kabupaten Grobogan PENDAHULUAN Keberhasilan upaya kesehatan ibu, diantaranya dapat dilihat dari indikator Angka Kematian Ibu (AKI). Berdasarkan ASEAN Statistical Report on Millennium Development Goals 2017, AKI pada tahun 2015 di Indonesia berada pada peringkat tertinggi ke-2 yaitu sebesar 305 per 100.000 kelahiran hidup. (1) Hal ini yang menyebabkan AKI menjadi salah satu target yang telah ditentukan, dalam target MDGs (Millenium Development Goals) tahun 2015 yaitu AKI turun menjadi 102 per 100.000 kelahiran hidup kemudian dilanjutkan dengan target global SDGs (Suitainable Development Goals) pada tujuan ke-3 adalah mengurangi AKI hingga dibawah 70 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 2030. (1,2) Dalam rangka upaya percepatan penurunan AKI, pada tahun 2012 Kementerian Kesehatan meluncurkan program Expanding Maternal and Neonatal Survival (EMAS) yang diharapkan dapat menurunkan angka kematian ibu dan neonatal sebesar 25%. (3) Provinsi Jawa Tengah merupakan salah satu provinsi yang menyumbang kasus kematian ibu di Indonesia. Berdasarkan Profil Kesehatan Jawa Tengah, AKI di Jawa Tengah mengalami penurunan yaitu pada tahun 2016 sebesar 109,65 per 100.000 kelahiran hidup, pada tahun 2017 sebesar 88,05 per 100.000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2018 sebesar 78,6 per 100.000 kelahiran hidup. Namun apabila dibandingkan dengan target Provinsi Jawa Tengah yaitu AKI turun sebesar 60 per 100.000 kelahiran hidup, Jawa Tengah belum dapat mencapai target tersebut. (4) Kabupaten Grobogan merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Tengah setelah Cilacap. (5) Jika dibandingkan dengan Kabupaten yang lain, Kabupaten Grobogan berada pada peringkat pertama dengan jumlah kasus kematian ibu tertinggi di Jawa Tengah pada tahun 2018 yaitu sebanyak 31 kasus, diikuti dengan Brebes sebanyak 30 kasus, dan Demak sebanyak 23 kasus. (4) Oleh karena itu, Kabupaten Grobogan merupakan penyumbang kasus kematian ibu terbanyak di Jawa Tengah. Berdasarkan data yang tercatat di Kabupaten Grobogan, AKI di Kabupaten Grobogan mengalami penurunan dari tahun 2014-2017 yaitu pada tahun 2014 sebesar 188,69 per 100.000 kelahiran hidup setara dengan 43 kasus, tahun 2015 sebesar 149,92 per 100.000 kelahiran hidup setara dengan 33 kasus, tahun 2016 sebesar 127,18 per 100.000 kelahiran hidup setara dengan 28 kasus, dan tahun 2017 sebesar 83,52 per 100.000 kelahiran