108 STUDI KASUS Optimalisasi Gerakan Oklusal Gigi Kaninus Maksila Menggunakan Lingual Button pada Alat Ortodontik Lepasan Wuriastuti Kusumandari*, Wayan Ardhana**, dan Christnawati** *Program Pendidikan Dokter Gigi Spesialis Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia **Departemen Ortodonsia, Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, Indonesia *Jl Denta No 1 Sekip Utara, Yogyakarta, Indonesia; e-mail: wuriastutikusumandari@ymail.com ABSTRAK Pertumbuhan dan perkembangan tulang rahang berhubungan dengan ketersediaan ruang untuk menampung gigi-gigi permanen. Kurangnya panjang lengkung rahang sering dianggap sebagai faktor etiologi terjadinya gigi berjejal dan impaksi. Panjang lengkung palatal yang kurang dapat menyebabkan terlambatnya erupsi gigi maksila. Perawatan yang dilakukan menggunakan alat ortodontik lepasan memiliki keterbatasan dalam memberikan gerakan oklusal untuk membantu erupsi gigi permanen. Pasien perempuan usia 10 tahun mengeluhkan gigi depan atas maju dan gigi bawah berjejal. Hasil pemeriksaan objektif ditemukan crowded ringan gigi anterior bawah, 53 palatoversi, 43 labioversi serta gigi 13 dan 23 belum erupsi. Maloklusi Angle klas II divisi 1 sub divisi dengan overjet normal dan deep overbite. Analisis ruang menurut Moyers dan Nance menunjukkan adanya kekurangan ruang untuk tumbuh gigi 13 dan 23. Pasien dirawat dengan plat ekspansi radial simetri pada rahang atas karena terjadi kontraksi ringan pada regio premolar dan distraksi ringan pada regio molar, guna mencarikan ruang untuk tumbuhnya gigi 13 dan 23 dan pada rahang bawah untuk koreksi crowded anterior. Enam bulan setelah gigi 53 dan 63 tanggal, proses erupsi gigi 13 dan 23 berterlihat mengalami kelambatan. Oleh karena itu, pada permukaan labial gigi 13 dan 23 yang mulai erupsi sebagian, dipasangkan lingual button yang dikombinasikan dengan buccal spring untuk membantu gerakan oklusal pada proses erupsinya. Lingual button merupakan salah satu komponen cekat yang dipasangkan pada permukaan gigi dan dikombinasikan dengan buccal spring untuk mengoptimalkan gerakan oklusal pada alat ortodontik lepasan. MKGK. Desember 2015; 1(2): 108-115 Kata kunci: tumbuh kembang, alat lepasan, buccal spring, lingual button ABSTRACT: Optimization of Maxillary Canine Occlusal Movement Using the Fixed Component of Removable Orthodontic Appliance. The growth and development of jawbones are related to the availability of space for permanent teeth. Arch-length deficiency is often mentioned as an etiologic factor for crowding and impactions. A short palatal length can delay the eruption of maxillary teeth. The treatment using removable orthodontic appliance has a limitation in giving occlusal movement to help permanent teeth erupt. A 10-year-old female patient complained about protrusive upper anterior teeth and crowded lower anterior teeth. The objective examination found lightly crowded lower anterior teeth, 53 palatoversion, and 43 labioversion, while teeth 13 and 23 had not erupted. Angle Class II division 1 sub division malocclusion with normal overjet and deep overbite was detected. The space analysis of Moyers and Nance showed the lack of available space for 13 and 23 eruption. The patient was treated with symmetrical radial expansion plate on the maxilla because of a mild contraction on the premolar region and mild distraction on the molar region in order to gain space for 13 and 23 eruption as well as on the mandible for correction of the lower anterior teeth crowding. Six months after 53 and 63 losses, there was a delay in the 13 and 23 eruptions. Therefore, on the labial surfaces of 13 and 23 that start erupting partially a lingual button combined with buccal spring was attached to help the occlusal movement during the eruption process. Lingual button is one of the fixed orthodontic components attached on the surface of teeth and combined with buccal spring in order to optimize the occlusal movement on removable orthodontic appliance. MKGK. Desember 2015; 1(2): 108-115 Keywords: growth and development, removable appliance, buccal spring, lingual button PENDAHULUAN Erupsi gigi desidui diikuti dengan erupsi gigi permanen merupakan proses fisiologis yang mempengaruhi perkembangan normal kompleks kraniofasial. 1 Erupsi merupakan gerakan aksial gigi dari posisi nonfungsional di dalam tulang menuju oklusi fugsional dan ditunjukkan saat munculnya gigi ke dalam rongga mulut. Erupsi normal gigi desidui dan permanen terjadi pada rentang yang luas dari umur kronologis. 2 Diskrepansi ukuran gigi antara gigi desidui dan permanen pada regio kaninus dan premolar dan rangkaian erupsi dari gigi-gigi tersebut pada akhir periode gigi bercampur berpengaruh besar terhadap perkembangan maloklusi pada tahap ini. 3 Situasi ideal lengkung rahang atas terjadi bila keempat gigi incisivus rahang atas sejajar dan gigi kaninus dan semua molar desidui berada pada satu garis tanpa crowding. Ukuran gigi kaninus desidui atas biasanya 1 mm lebih kecil dibandingkan gigi kaninus brought to you by CORE View metadata, citation and similar papers at core.ac.uk provided by MKGK (Majalah Kedokteran Gigi Klinik) (Clinical Dental Journal) UGM